Lima Pemain yang Bikin Permainan Timnas U-19 Lebih Trengginas

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Selebrasi pemain timnas U-19 Indonesia (dari kiri): Brylian Negietha, David Maulana,  Amiruddin Bagas Arrizqi, dan Mochammad Supriadi usai laga kualifikasi Piala Asia U-19 2020 melawan Korea Utara di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Ahad, 10 November 2019. Tim asuhan Fakhri Husaini lolos sebagai juara grup dengan mengemas nilai 7. TEMPO/Ahmad Tri Hawaari.

    Selebrasi pemain timnas U-19 Indonesia (dari kiri): Brylian Negietha, David Maulana, Amiruddin Bagas Arrizqi, dan Mochammad Supriadi usai laga kualifikasi Piala Asia U-19 2020 melawan Korea Utara di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Ahad, 10 November 2019. Tim asuhan Fakhri Husaini lolos sebagai juara grup dengan mengemas nilai 7. TEMPO/Ahmad Tri Hawaari.

    TEMPO.CO, Jakarta- Timnas U-19 merebut tiket ke putaran final Piala AFC U-19 2020 di Uzbekistan. Tim Garuda Muda lolos dengan status juara Grup K. Mereka mengumpulkan 7 poin dari tiga laga. Dalam pertandingan yang digelar dari 6-10 November terdapat beberapa pemain yang memberikan sumbangsih menonjol.

    Di lini depan terdapat trio tukang gedor yang merepotkan barisan pertahanan tim Timor Leste, Hong Kong, dan Korea Utara. Mereka yakni Amiruddin Bagus Kahfi, Mochammad Supriadi, dan Muhammad Fajar Fatur Rahman.

    Pelatih Hong Kong Thorlakur Arnason memuji kemampuan individu beberapa pemain Timnas U-19 Indonesia. Ia menyebutkan kekalahan timnya dengan skor 4-0 dalam laga Kualifikasi Piala AFC U-19, Jumat malam, diakibatkan keunggulan skill individu tim Garuda Muda.

    "Tim Indonesia ini tidak biasa karena di dalamnya ada beberapa pemain serang yang sangat baik dalam situasi satu lawan satu," ujar pelatih berkebangsaan Islandia ini usai laga di Stadion Madya. Ia menyebut nomor punggung pemain yang merujuk pada Amiruddin Bagus Kahfi, Mochammad Supriadi, dan Muhammad Fajar Fatur Rahman.

    Untuk lini tengah, kreasi David Maulana memanjakan trio lini depan dengan umpan matang. Selain sebagai kapten tim, David juga berperan mengatur pola permainan Timnas U-19. Kemampuan David mengatur ritme permainan diakui oleh Pelatih Timor Leste, Lee Minyoung

    "Dari hasil pengamatan saya pemain Indonesia yang paling dominan nomor 6 (David Maulana)," kata Lee dalam konferensi pers usai laga Indonesia vs Timor Leste, Stadion Madya, Rabu, 6 November 2019.

    Barisan pertahanan Timnas U-19 menjadi titik mula serangan dimulai. Salah satu aktornya yakni Amiruddin Bagas Kaffa. Saudara kembar Bagus Kahfi mengerak sayap kanan kerap menerobos sisi kiri pertahanan lawan. Aksinya itu bahkan membuatnya mencetak satu gol dalam laga melawan Hong Kong yang berakhir dengan skor 4-0.

    Berikut ini profil lima pemain Timns U-19 yang membuat serangan Timnas U-19 lebih trengginas.

    Pemain Timnas U-19 Amiruddin Bagus Kahfi di Stadion Pajajaran, Bogor, Jumat, 27 September 2019. TEMPO/Irsyan

    Amiruddin Bagus Kahfi

    Bagus Kahfi lahir pada di Magelang pada 16 Januari 2002. Ayah dan ibunya bernama Yuni Puji Istiono dan Dewi Kartikasari. Berposisi sebagai penyerang sayap, Bagus mengawali perjalanan menjadi pemain sepak bola dengan masuk sejumlah SSB, antara lain SSB Gelora Putra Deltras (Sidoarjo), SSB Blue Eagle (Jakarta), SSB Undip, SB Putra Kalimantan Tengah. Ia juga pernah bermain di Frenz United Malaysia dan Chelsea Singapura. Bersama Timnas Indonesia U-16, ia sukses meraih gelar Juara Piala AFF U16 2018.

    Pemain Persebaya, Mochammad Supriadi (kanan) berlatih bersama pemain lain. (instagram/@officialpersebaya)

    Mochammad Supriadi

    Ia sudah bergabung dalam skuad Tim Nasional U-16 pada Kualifikasi Piala Asia U-16 2017. Supriadi juga menjadi salah satu pemain yang ikut membawa Timnas U-16 meraih gelar juara pada turnamen Jenesys di Jepang pada Maret 2018.

    Setelah gagal meraih hasil maksimal pada Piala AFF U-15 2017 di Thailand, Fakhri Husaini melakukan sejumlah perombakan. Setidaknya ada sembilan nama baru yang dimasukan ke dalam Timnas U-16 usai gagal lolos dari fase grup Piala AFF U-15 2017.

    Supriadi menjadi salah satu dari sembilan pemain baru yang dibawa Fakhri dalam beberapa turnamen yang diikuti Timnas U-16 termasuk Jenesys Cup 2018 di Jepang. Supriadi yang mengenakan nomor punggung 11 menjadi salah satu pemain andalan Fakhri Husaini.

    Pemain timnas U-16 Indonesia, Muhammad Fajar Fathur Rachman (tengah), dan rekan setimnya melakukan selebrasi pada akhir laga final Piala AFF U-16 di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu, 11 Agustus 2018. ANTARA

    Muhammad Fajar Fathur Rachman

    Meski berasal dari Papua, pemain kelahiran 9 Mei 2002 itu menimba pengalaman sepak bola di Jawa Barat. Dia bergabung dengan akademi di Purwakarta bernama ASAD 313 yang merupakan singkatan dari Asli Sepak Bola Anak Desa. Dalam Kualifikasi Piala AFC U-19 2020, pemain yang akrab disapa Pace ini berhasil mencetak tiga gol. Dua gol pada laga melawan Timor Leste dan satu gol dicetak ke gawang Hong Kong.

    Kapten Timnas U-19 Indonesia, David Maulana. ANTARA/Aditya Pradana Putra

    David Maulana

    David Maula menempa dasar bermain bolanya bersama SSB Putra Tembung Prima (PTP) Wilayah I. Dalam usia yang masih terhitung balita, ia bergabung di SSB PTP. Namun perjalanan David sempat tak mulus. Tahun 2016, David pernah gagal lolos masuk tim Pusat Pendidikan Latihan Pelajar (PPLP) Sumatera Utara, hanya karena tinggi badan. Kekecewaan itu ternyata menjadi motivasi bagi David. Akhirnya dia lolos memperkuat PSMS U-15.

    Pelatih timnas U-16 Indonesia, Fakhri Husaini (kiri), memeluk Amiruddin Bagas Kaffa Arrizqi (kanan) dan David Maulana pada akhir laga final Piala AFF U-16 di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu, 11 Agustus 2018. Indonesia menang lewat adu penalti dengan skor agregat 5-4 setelah bermain imbang 1-1. ANTARA.

    Amiruddin Bagas Kaffa Arrizqi

    Ia akan menjadi andalan tim asuhan Fakhri Husaini untuk Piala AFF U-16 2018. Bagas merupakan pemain asal Desa Pancuranmas, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. .

    Bagas pernah bergabung dengan dengan SSB Gelora Putra Deltras (Sidoarjo), SSB Blue Eagle (Jakarta), SSB Undip, SB Putra Kalimantan Tengah. Setelah itu ia pernah bergabung dengan Fren United Malaysia dan terakhir Chelsea Soccer School Singapura.

    IRSYAN HASYIM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Modus Sejumlah Kepala Daerah dan Pejabat DPD Cuci Uang di Kasino

    PPATK menyingkap sejumlah kepala daerah yang diduga mencuci uang korupsi lewat rumah judi. Ada juga senator yang melakukan modus yang sama di kasino.