Liga 2: Kalah Dari Persik, Persita Tangerang Belum Menyerah

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Persita Tangerang, Sirvi Arfani. (instagram/@persita.official)

    Pemain Persita Tangerang, Sirvi Arfani. (instagram/@persita.official)

    TEMPO.CO, Jakarta - Persita Tangerang gagal lanjutkan tren kemenangan pada babak perempat final Liga 2 Indonesia 2019. Pada laga kedua klub berjuluk Pendekar Cisadane ini harus mengakui keunggulan Persik Kediri dengan skor 0-1 di Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring, Palembang, Kamis, 14 November 2019.

    Tim yang dilatih oleh Widodo Cahyono Putro ini kebobolan lewat tendangan bebas Edo Febriansyah pada menit 84. Widodo pun tak bisa menutupi rasa kecewanya.

    "Memang hasil yang kami dapat cukup mengecewakan. Kami masih ada satu laga harus optimistis tidak boleh patah arang," kata Widodo.

    Mantan pelatih Bali United ini yakin bisa membawa para pemain melangkah ke semifinal. Meski kini Asri Akbar dan kawan-kawan baru mengoleksi tiga poin dan berada di peringkat tiga klasemen Grup Y.

    Sementara Persik Kediri ada di posisi kedua dengan koleksi empat poin, sama dengan PSMS Medan yang berada pada puncak klasemen. Sedangkan Martapura FC menempati dasar grup dengan poin nol.

    Widodo meminta kepada para pemain agar tidak putus asa. Sebab masih ada satu pertandingan lagi melawan PSMS Medan. "Kami yakin pada semua pemain. Pertandingan terakhir lawan PSMS Medan harus dimenangkan," sebut dia.

    Dua hari jelang laga penentuan, Persita akan fokus pada pemulihan kondisi pemain. Setelah itu tim akan mencoba mempelajari gaya permainan lawan. Meski demikian, Widodo menyebut, tidak akan mengantisipasi secara khusus tendangan bebas freekick saat hadapi PSMS.

    Sebab, kekalahan Persita atas Persik berawal dari tendangan bebas. "Tidak ada antisipasi khusus dari servis bola mati. Kami harus evaluasi menyeluruh, bagaimana bisa meminimalisir pelanggaran di dekat kotak 16 besar. Karena sepak bola ini menyeluruh dan bagaimana pola golnya yang mendapat evaluasi," tutur dia.

    LIGA INDONESIA 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Modus Sejumlah Kepala Daerah dan Pejabat DPD Cuci Uang di Kasino

    PPATK menyingkap sejumlah kepala daerah yang diduga mencuci uang korupsi lewat rumah judi. Ada juga senator yang melakukan modus yang sama di kasino.