Tekad Harry Kane Menjadi Juara Bersama Tottenham Hotspur

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyerang Inggris Harry Kane, melakukan selebrasi setelah mencetak gol ke gawang Kosovo dalam pertandingan Kualifikasi Grup A Piala Eropa 2020 di Fadil Vokrri Stadium, Pristina, Kosovo, 17 November 2019. Harry Kane memantapkan diri sebagai top skorer kualifikasi Piala Eropa 2020 usai mencetak 12 gol. Action Images via Reuters/Carl Recine

    Penyerang Inggris Harry Kane, melakukan selebrasi setelah mencetak gol ke gawang Kosovo dalam pertandingan Kualifikasi Grup A Piala Eropa 2020 di Fadil Vokrri Stadium, Pristina, Kosovo, 17 November 2019. Harry Kane memantapkan diri sebagai top skorer kualifikasi Piala Eropa 2020 usai mencetak 12 gol. Action Images via Reuters/Carl Recine

    TEMPO.CO, Jakarta - Sehari setelah Mauricio Pochettino dipecat, Selasa malam pekan lalu, Harry Kane menemui bekas bosnya itu. Selama dua jam, mereka berbincang.

    Selain mencari tahu apa yang terjadi, ia datang ke rumah Pochettino untuk mengucapkan terima kasih. Hampir enam musim kebersamaan mereka.

    Kali ini, dia harus mendukung sepenuhnya Jose Mourinho, bos barunya, yang kedatangannya mengagetkan semua pemain. “Siapa pun akan kaget dengan kabar itu,” kata Kane. “Keterkejutan kami berlanjut. Tiba-tiba kami punya bos baru.”

    Otomatis, kata Kane, para pemain harus masuk dalam kondisi yang baru. Mourinho punya jalan cerdik untuk itu.

    Untuk Liga Primer, dia ingin mereka masuk kembali ke empat besar. Langkah awal, mereka menang atas West Ham, Sabtu lalu.

    Di laga lainnya, Mou ingin mereka mendapat trofi. Mereka sudah lama tak juara. Terakhir mereka menjadi juara pada 2008, saat menjadi nomor satu dalam Piala Liga.
    Kane pun tersengat juga bersemangat.

    Mimpi yang diusung Mourinho, menurut dia, tepat pada waktunya. “Saya berada dalam masa karier yang sudah seharusnya memenangi piala,” katanya.

    Piala dari mana? Liga Primer, rasanya sulit. Mereka sudah terlalu banyak kehilangan poin. Pun dengan Piala Liga. Mereka sudah tersingkir oleh Colchester United, tim Liga 2.

    Masih ada jalur lain. Piala FA, yang belum mereka mainkan, dan liga para juara atau Liga Champions.

    Bukan hal yang mudah. Tapi, bagi Mourinho yang telah dua kali merebut juara dalam turnamen ini, tidak ada yang mustahil.

    Saat ini mereka berada di posisi kedua di Grup B. Untuk lolos ke putaran 16 besar, mereka harus menang atas Olympiacos, dinihari nanti, di kandang sendiri.

    Dalam laga putaran pertama di Stadion Karaiskakis, Attica, Yunani, mereka bermain imbang, 2-2. Saat itu Spurs bermain buruk. Padahal mereka sudah unggul dua gol.

    “Hal itu yang membuat manajer kecewa. Padahal ini adalah musim kami yang keenam bersama dia. Tapi kami bermain seperti pada musim pertama,” kata Kane.

    Kane tak ingin hasil itu terulang kembali. Dia tidak ingin mengecewakan sang manajer, yang kebetulan telah berganti.

    Satu-satunya jalan, menurut Kane, dia dan semua pemain bermain mati-matian untuk klub. Dengan demikian, jalan ke babak berikutnya terbuka.

    “Saya akan terus bekerja keras, berlatih, mencetak gol. Semua itu yang akan saya lakukan. Saya ingin tim ini juara,” katanya. “Kami berharap bisa mendapatkannya pada musim ini.”

    BBC | TELEGRAPH | 90MIN | IRFAN B.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?