Hadapi Timnas U-23 Indonesia, Pemain Myanmar Kelelahan

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Timnas U-22 Indonesia Saddil Ramdani (kanan) menyambut bola dibayangi pemain Timnas Vietnam Nguyen Trong Hoang dalam pertandingan Grup B SEA Games 2019 di Stadion Rizal Memorial, Manila, Filipina, Ahad, 1 Desember 2019. Timnas U-23 Indonesia akan menghadapi Brunei Darussalam, Selasa, 3 Desember 2019. ANTARA/Sigid Kurniawan

    Pemain Timnas U-22 Indonesia Saddil Ramdani (kanan) menyambut bola dibayangi pemain Timnas Vietnam Nguyen Trong Hoang dalam pertandingan Grup B SEA Games 2019 di Stadion Rizal Memorial, Manila, Filipina, Ahad, 1 Desember 2019. Timnas U-23 Indonesia akan menghadapi Brunei Darussalam, Selasa, 3 Desember 2019. ANTARA/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelatih Timnas U-23 Myanmar, Velizar Popov, menegaskan empat hari libur tidak menguntungkan tim  sebelum menghadapi Timnas U-23 Indonesia di semifinal sepak bola putra SEA Games 2019, Sabtu, 7 Desember 2019.

    "Semua orang yang paham di sepak bola mengetahui semua tim pasti kelelahan setelah melewati empat laga dalam seminggu. Libur empat hari tidak akan menyelamatkanmu dari apapun. Seharusnya butuh sebulan untuk pemulihan, tetapi tidak bisa," ujar Popov jelang laga melawan Indonesia.

    Juru taktik asal Bulgaria itu menyebut semua tim yang berlaga di SEA Games 2019 memiliki tingkat kelelahan yang sama karena jadwal yang sangat padat. Akan tetapi, Popov merasa yakin bukan faktor fisik yang menjadi penentu dalam semifinal kontra Indonesia, melainkan mental. "Kekuatan mental itu yang utama," tutur dia.

    Timnas U-23 Myanmar mempunyai waktu istirahat lebih panjang dari Indonesia menjelang laga semifinal. Berada di Grup A yang beranggotakan lima tim, Myanmar yang keluar sebagai juara grup menuntaskan pertandingan terakhirnya di grup pada Senin, 2 Desember 2019. Artinya, mereka mempunyai empat hari penuh yang bisa dimanfaatkan untuk berlatih dan beristirahat.

    Sementara Indonesia yang berada di Grup B yang berisi enam tim, baru menyelesaikan laga terakhir grup menghadapi Laos pada Kamis, 5 Desember. Skuad berjuluk Garuda Muda pun cuma mempunyai satu hari untuk beristirahat sebelum melakoni semifinal.

    Meski menikmati lebih sedikit waktu istirahat, Popov memprediksi Indonesia tidak akan kehilangan keseimbangan tim karena semua pemainnya berkualitas mumpuni. "Indonesia memiliki banyak pemain bagus di bangku cadangan sehingga kami tidak tahu siapa pemain inti siapa pemain cadangan," kata pria berusia 43 tahun itu.

    Babak semifinal sepak bola putra SEA Games 2019 yang mempertemukan peringkat kedua Grup B Timnas U-23 Indonesia menghadapi juara Grup A Myanmar berlangsung pada Sabtu, 7 Desember 2019 mulai pukul 16.00 waktu Manila atau 15.00 WIB di Stadion Rizal Memorial, Manila, Filipina.

    Pada laga empat besar lainnya, juara Grup B Vietnam akan melawan peringkat kedua Grup A Kamboja di hari dan stadion yang sama, tetapi mulai pukul 20.00 waktu setempat atau 19.00 WIB.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?