Persebaya Vs Arema FC: Aryn Williams Tak Sabar Sambut Derby

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Manajer Persebaya Candra Wahyudi berfoto bersama Aryn Williams usai penandatanganan kontrak di Kantor Persebaya. (Persebaya)

    Manajer Persebaya Candra Wahyudi berfoto bersama Aryn Williams usai penandatanganan kontrak di Kantor Persebaya. (Persebaya)

    TEMPO.CO, Jakarta - Gelandang Persebaya, Aryn Glen Williams, menyatakan sudah tidak sabar menghadapi Arema FC pada pertandingan pekan ke-32 Liga 1 2019. Ia bertekad tampil maksimal bila dipercaya tampil di laga yang akan berjalan di lapangan Stadion Batakan, Balikpapan, Kalimantan Timur, Kamis, 12 Desember 2019.

    Aryn menyebut telah mengetahui derby Jawa Timur antara Persebaya dan Arema FC. Pemain asal Australia ini juga sadar bila Bonek amat berharap Bajol Ijo bisa mengalahkan Arema FC.

    “Cukup banyak yang memberi tahu soal rivalitas Persebaya dengan Arema FC. Dan saya sangat antusias bisa bermain di derby besar ini,” sebut Aryn.

    Ia menilai laga bakal berjalan ketat sebab Arema merupakan tim yang sulit dikalahkan. Aryn juga meminta kepada rekan-rekannya agar mencermati permainan pemain Arema, Makan Konate. Menurut dia, Konate merupakan pemain kunci bagi Singo Edan.

    "Ia cukup fantastis musim ini. Saya pastinya harus mengawasi karena kami akan berhadapan di posisi yang sama,” kata Aryn.

    Meski demikian, Aryn optimistis Persebaya bisa memberi perlawanan. Penampilan tim yang apik di beberapa laga jadi modal bagus untuk laga nanti. Apalagi pada putaran pertama Liga 1 kemarin, Persebaya kalah telak 0-4 saat bertandang ke markas Arema.

    “Saya cukup senang dengan performa saya dan tim. Kami memiliki pemain berkualitas untuk meraih hasil baik. Saya yakin Arema FC akan kesulitan menghadapi kami,” sebut Aryn.

    PERSEBAYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?