Lima Pemain Pilar Lepas, CEO PSS Sleman Beberkan Sebabnya

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • PSS Sleman. Instagram

    PSS Sleman. Instagram

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Super Elang Jawa PSS Sleman sudah kehilangan lima pemain pilarnya dalam dua pekan bursa transfer Liga 1 2020 ini. CEO PT Putra Sleman Sembada, perusahaan yang mengelola PSS Sleman, Fatih Chabanto, angkat bicara. "Jika ada pemain yang pindah klub, itu hal biasa, walau tetap disesalkan," ujar Fatih Senin 6 Januari 2019.

    Fatih mengatakan pemain juga berhak untuk menentukan masa depannya. Pemain yang direkomendasikan oleh pelatih PSS Sleman lah yang kini menjadi prioritas PT PSS untuk dipertahankan.

    Fatih membeberkan dalam upaya memenuhi rekomendasi tim pelatih itu, memang tak semua akhirnya bisa diperpanjang kontraknya, seperti contohnya Haris Tuharea, Sidik Saimima dan Samuel Christianson.

    "Terjadi proses pendekatan, negosiasi (nilai kontrak) dan lainnya. Tidak terjadinya kesepakatan dalam negosiasi, itu merupakan hal yang biasa saja," ujarnya.

    Selain itu, kata dia, terdapat beberapa pemain yang memang tidak mendapatkan rekomendasi dari pelatih sehingga mereka inisiatif mencari klub lain. "Ini suatu hal yang wajar saja, seperti terjadi Ricky Kambuaya dan Samuel Christianson yang sudah berganti kostum untuk kompetisi 2020 ini (karena tak masuk rekomendasi)," ujarnya.

    Pergerakan manajemen pun, kata Fatih, sudah bisa diketahui oleh publik alias tidak diam diam saja. Semisal dengan tetap bertahannya pemain inti PSS musim 2019, seperti kapten PSS, Bagus Nirwanto, Asyraq Gufron Ramadhan, Ocvan Chaniago, Wahyu Sukarta, Yevhen Bokhasvili dan Batata. "Hari ini (6/1) dua pemain juga sudah membubuhkan tandatangannya untuk bertahan yakni Ega Rizky Pramana dan Derry Rachman Noor," katanya.

    Menurut Fatih, manajemen mempunyai tiga hal yang jadi pegangan dalam penanganan pemain yang memperkuat PSS Sleman musim lalu, yakni kriteria pemain yang direkomendasikan, tidak direkomendasikan, dan dipertimbangkan. Ketiga hal itu dari pelatih yang disampaikan ke manajemen PT PSS. “Tentu dalam perjalanan waktu dalam satu musim kompetisi ada penilaian dari tim pelatih, yang menjadi dasar bagi manajemen untuk melanjutkan kontrak pemain dan mencari pemain baru. Jadi tidak lalu dianggap manajemen melepas begitu saja beberapa pemain,” ujar Fatih.

    PRIBADI WICAKSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.