Benarkah Kebangkitan Manchester United Ada di Tangan Solskjaer?

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspresi pelatih Manchester United Ole Gunnar Solskjaer dan beberapa pemain di akhir laga Liga Eropa melawan Astana di Nur-Sultan, Kazakhstan, 28 November 2019. Tim Setan Merah terpaksa takluk 1-2 di tangan FC Astana, klub Kazakhstan, dalam lanjutan Liga Europa pekan kelima. REUTERS/Pavel Mikheyev

    Ekspresi pelatih Manchester United Ole Gunnar Solskjaer dan beberapa pemain di akhir laga Liga Eropa melawan Astana di Nur-Sultan, Kazakhstan, 28 November 2019. Tim Setan Merah terpaksa takluk 1-2 di tangan FC Astana, klub Kazakhstan, dalam lanjutan Liga Europa pekan kelima. REUTERS/Pavel Mikheyev

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebelum menjamu Manchester City di Stadion Old Trafford dinihari nanti, Rabu 8 Januari 2020,  pada pertandingan semifinal pertama Carabao Cup,  manajer Ole Gunnar Solskjaer mengungkapkan obsesinya untuk membesar kembali Manchester United.

    “Kami masih tetap, dalam kepala kami, adalah salah satu klub terbaik di dunia. Tapi, kami tahu itu akan membutuhkan waktu,” kata Solskjaer kepada para wartawan di Inggris.

    Mantan pemain bintang Manchester United dari Norwegia ini sudah bekerja menangani United lebih dari setahun. Pada musim panas lalu, ia mendatangkan Harry Maguire, Aaron Wan-Bissaka, dan Daniel James. Kemungkinan, ia akan belanjar besar lagi pada jendela transfer musim panas mendatang.

    Ole Gunnar Solskjaer sudah merekrut pemain dengan jumlah lebih dari setengah tim sejak mengambil alih jabatan manajer Manchester United.

    Direksi klub berjuluk Red Devils masih sabar dalam menemani kiprah Solskjaer untuk bisa membangun kembali reputasi klub legendaris ini.

    Karena itu, gelar juara di Piala Carabao atau Piala Liga Inggris bisa menjadi pondasi pertama Solskjaer membangun kembali kebesaran Manchester United.

    Tapi, untuk sementara, Manchester City yang mereka kalahkan 2-1 di Liga Primer Inggris, Desember lalu, masih di atas mereka dengan ditangani pelatih asal Spanyol, Pep Guardiola.

    “Saya harus bilang ia punya pengaruh besar di sini dan sejak menangani Barcelona (pada 20080, saya selalu kagum dengan tim-tim asuhan Pep, “ kata Solskjaer.

    “Tapi, saya sudah pernah bekerja di bawah salah satu tokoh paling berpengaruh (Alex Ferguson). Anda bisa lihat dari salah satu manajer terbaik (Guardiola) dan anda bisa lihat dari mana ia mengambil inspirasi,” Solskjaer melanjutkan. Johan Cruyff dikenal sebagai mentor Guardiola.

    “Saya senang bisa berbicara dan bertemu dengan Johan Cruyff back pada saat Jordi (anak Cruyff) di sini (Manchester United) dan bisa melihat kesamaannya,” Solskjaer menambahkan.

    “Saya kagum dengan tim Pep. Mereka (City) benar-benar telah melampaui batas sejak Pep datang. Standar yang dibuatnya dan pencapaian timnya adalah sesuatu yang kami kejar,” Ole Gunnar Solskjaer menegaskan.

    Ole Gunnar Solskjaer memiliki modal dasar untuk berbeda dengan David Moyes, Louis van Gaal, dan Jose Mourinho dalam usaha membangungkan kembali Manchester United sebagai raksasa setelah Alex Ferguson pensiun.

    Modal itu adalah Ole Gunnar Solskjaer memiliki DNA Manchester United. Ia adalah legenda Setan Merah dan pemain kunci Ferguson ketika membawa United meraih treble yang legendaris itu pada Liga Champions Eropa, Liga Primer Inggris, dan Piala Asosiasi Sepak Bola Inggris.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.