Komentar Maman Soal Metode Latihan Pelatih Baru Persija Jakarta

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Persija Jakarta latihan bersama. ANTARA/Michael Siahaan

    Persija Jakarta latihan bersama. ANTARA/Michael Siahaan

    TEMPO.CO, Jakarta - Bek Persija Jakarta Maman Abdurrahman mengaku tidak asing dengan metode latihan yang diterapkan pelatih baru Macan Kemayoran, Sergio Farias yang berasal dari Brasil.

    "Saya sudah beberapa kali dilatih pelatih Brasil. Metode latihan mereka hampir sama," ujar Maman di lapangan PS AU TNI Angkatan Udara, Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis, 23 Januari 2020.

    Pesepak bola berusia 37 tahun ini beberapa kali ditempa oleh pelatih asal Brasil. Sejak memperkuat Persija 2016, ia pernah merasakan dilatih Stefano Cugurra alias Teco dan Edson Tavares dari Brasil.

    Maman menyebut, pelatih Brasil gemar menerapkan laihan berintensitas tinggi, terutama untuk menggenjot fisik. Apalagi, dia menambahkan, saat ini klub sedang dalam masa persiapan menjelang Liga 1 Indonesia 2020 bergulir.

    Sergio Farias memilih fokus mempersiapkan fisik pemain sembari membenahi sektor teknis agar pemain mencapai level kebugaran maksimal saat Liga bergulir.

    "Di masa persiapan memang harus fisik yang diutamakan. Jadi, saya pikir normal dalam sepak bola," kata Maman.

    Maman bersama rekan-rekannya di Persija menjalani latihan lanjutan di Lapangan PS AU TNI Angkatan Udara, Halim Perdanakusuma, Kamis, 23 Januari 2020. Mereka berlatih mulai 16.00 hingga 17.30 WIB.

    Dua pemain asing Persija, Marko Simic dan Rohit Chand sudah bergabung dalam latihan. Namun keduanya masih berlatih secara terpisah karena baru tiba di Jakarta.

    Latihan yang dipimpin langsung Sergio Farias ini juga melibatkan pemain muda dan pemain yang masih menjalani masa uji coba (trial) Jasmin Mecinovic.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.