Khawatir Virus Corona, Persib Tak Akan Berlatih di Luar Negeri

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Persib Bandung. (instagram/@persib_official)

    Persib Bandung. (instagram/@persib_official)

    TEMPO.CO, JakartaPersib Bandung dipastikan tak akan menggelar pemusatan latihan di luar negeri sebagai bentuk antisipasi terhadap wabah virus corona yang merebak akhir-akhir ini.

    Pelatih Persib, Robert Rene Alberts, menyatakan awalnya pasukan Maung Bandung mengagendakan terbang ke Malaysia dan Singapura untuk menjalani pemusatan latihan.

    Namun khawatir terjadi hal yang tidak diinginkan, maka manajemen mengurungkan niatnya dan lebih memilih untuk melakukan pemusatan latihan di dalam negeri.

    "Kami merencanakan untuk menggelar training camp selanjutnya, melakoni laga melawan tim Singapura dan Malaysia di sana,” ujar Rene Alberts dilansir di laman resmi klub, Jumat.

    “Itu adalah rencana awal, tapi semenjak ada kabar tentang wabah virus yang menyebar begitu cepat di dunia saat ini, kami membatalkan untuk pergi ke sana karena kami tidak ingin mengambil risiko. Kami harus melindungi para pemain dan ofisial," kata dia menambahkan.

    Di samping membatalkan pergi ke luar negeri, para pemain juga patut mewaspadai ancaman kebugaran di dalam negeri. Melalui dokter timnya, para pemain serta ofisial Persib diimbau tetap menjaga kondisi kesehatan dan sistem kekebalan tubuh.

    "Dokter Rafi (Ghani) juga telah menginformasikan kepada semuanya tentang bagaimana cara menghindari virus tersebut,” kata dia.

    Persib membutuhkan beberapa kali ujicoba untuk mematangkan serta memperkuat chemistry antar pemain menyongsong Liga 1 bergulir pada akhir Februari nanti.

    Yang terdekat, Gian Zola dan kawan-kawan akan menghadapi Melaka United dalam laga persahabatan pada Sabtu, yang akan berlangsung di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung.

    Pertandingan itu sekaligus menjadi ujian bagi penyerang asal Belanda, Geoffrey Castillion, untuk bisa menjadi bagian dari tim kebanggaan masyarakat Jawa Barat tersebut

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.