Tottenham: Tergusur dari Tim Inti, Eric Dier Berpotensi Dibuang

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aksi pemain Tottenham, Eric Dier dan pemain Manchester United, Marcus Rashford dalam laga lanjutan Liga Inggris di Stadion Old Trafford, Inggris, 28 Oktober 2017. REUTERS

    Aksi pemain Tottenham, Eric Dier dan pemain Manchester United, Marcus Rashford dalam laga lanjutan Liga Inggris di Stadion Old Trafford, Inggris, 28 Oktober 2017. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Eric Dier menghebohkan media berita di Inggris, Rabu lalu. Gelandang bertahan Tottenham Hotspur itu tertangkap kamera menumpang pesawat berbiaya murah dari London menuju Maroko.

    Cerita bermula pada Jumat pekan lalu ketika sejumlah penumpang pesawat melihat Dier sedang antre di pintu keberangkatan. Dier tak menutupi wajahnya dengan masker ataupun topi. Maroko menjadi tujuan Dier menghabiskan jatah libur di jeda istirahat musim dingin Liga Primer Inggris.

    Uniknya, pemain berusia 26 tahun itu memilih perjalanan udara dengan harga tiket berkisar Rp 4,4 juta. Mengingat ini adalah maskapai berbiaya murah, tak ada kursi kelas bisnis. Walhasil, Dier duduk di kursi kelas ekonomi bersama penumpang lain.

    Dier sebenarnya bisa saja menyewa pesawat pribadi atau setidaknya mencari penerbangan lain dengan kursi kelas bisnis. Pemain Tottenham itu mengantongi gaji 60 ribu pound sterling atau sekitar Rp 1 miliar tiap pekan.

    Terlebih, media berita Inggris saat itu ramai memuat kabar tentang para pemain Liga Primer yang memanfaatkan libur jeda musim dingin. Ada yang pergi berpesta di Dubai, seperti gelandang serang Leicester City, James Maddison. Lalu ada penyerang Arsenal, Pierre-Emerick Aubameyang, yang memilih pelesiran menaiki pesawat pribadi.

    Walhasil, Dier pun menuai pujian karena memilih liburan yang sederhana. Ia semakin dipuji lantaran ramah ketika diajak mengobrol oleh penumpang lain. Terlebih, bahan obrolannya adalah laga Tottenham.

    "Padahal kemarin malam (Kamis pekan lalu) Dier masih tampil di laga ulangan Piala FA melawan Southampton. Ini menunjukkan kalau dia seperti orang lain pada umumnya," kata seorang penumpang, seperti dikutip dari The Sun.

    Kini, liburan Dier sudah usai. Ia pun sudah kembali berkumpul bersama skuad Spurs untuk mempersiapkan laga selanjutnya di Liga Primer melawan Aston Villa di Villa Park, besok malam.

    Namun sejumlah media Inggris dan lembaga statistik sepak bola memperkirakan Dier tak tampil sebagai starter dalam laga melawan Villa. Paling banter, Dier disiapkan Manajer Jose Mourinho sebagai pemain pengganti.

    Faktanya, Dier mulai tergusur dari tim inti The Lilywhites sejak musim lalu. Pada musim 2018/2019, Dier tiga kali cedera. Salah satu yang paling parah adalah sakit usus buntu. Pemain lulusan akademi Sporting Lisbon itu harus menjalani operasi dan pemulihan panjang, yakni sejak pertengahan Desember 2018 hingga pertengahan Januari 2019.

    "Saya sungguh kepayahan selama satu tahun menghadapi usus buntu. Obat-obatan ini bikin sistem imun saya terganggu," kata Dier pada musim panas lalu.

    Celakanya, Manajer Spurs kala itu, Mauricio Pochettino, kepincut dengan penampilan Harry Winks yang diplot sebagai pengganti sementara Dier. Walhasil, Pochettino terus memilih Winks untuk tampil dalam laga-laga penting. Terbukti pada musim lalu Dier cuma tampil 20 kali di Liga Primer. Adapun musim ini ia hanya tampil 11 kali.

    Sejak ditangani Mourinho pun Dier belum mendapat kesempatan bermain lebih rutin. Pelatih berkebangsaan Portugal itu juga lebih gemar memasang Winks. Dier masih mendapat kesempatan main, tapi di kompetisi sekunder, seperti Piala Liga dan Piala FA.

    Kini, kabar yang paling anyar, Tottenham membuka peluang untuk menjual Dier. Musababnya, pemain berkebangsaan Inggris dan Portugal itu akan habis masa kontraknnya pada Juni 2021. Sejauh ini, negosiasi perpanjangan kontrak Dier belum menemukan kata sepakat.

    Kabarnya, Dier meminta kepastian posisi di tim inti jika ingin memperpanjang masa kerjanya di London Utara. Hal ini yang tak bisa dijanjikan oleh manajemen Spurs. Berkaca pada kasus Christian Eriksen, Tottenham tak mau rugi lagi.

    Tak mau kehilangan Eriksen yang habis kontraknya pada Juni 2020, secara cuma-cuma, klub memilih menjualnya ke Inter Milan dengan harga 20 juta euro. Padahal harga pasar bintang Denmark itu berada di kisaran 100 juta euro.

    Untuk Dier, harga pasarnya 30 juta euro atau sekitar Rp 456 miliar. Walhasil, Spurs akan lebih untung menjual Dier pada musim panas nanti dengan harga 30 juta euro ketimbang melepasnya dalam bursa transfer pada Januari 2021 dengan harga lebih rendah.

    Namun Eric Dier wajib menjaga kualitasnya meski cuma mendapat jatah bermain beberapa menit dari Mourinho. Termasuk jika diminta tampil sebagai pemain serep dalam laga melawan Aston Villa. Tujuannya agar ada klub lain yang tertarik membelinya pada bursa musim panas nanti.

    MIRROR | GOAL | INDRA WIJAYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.