Chelsea Disebut Mulai Dekati Philippe Coutinho

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aksi pemain Barcelona, Philippe Coutinho saat berebut bola dengan pemain Valencia, Cristiano Piccini dalam laga lanjutan Liga Spanyol di Camp Nou, Spanyol, 2 Februari 2019. REUTERS

    Aksi pemain Barcelona, Philippe Coutinho saat berebut bola dengan pemain Valencia, Cristiano Piccini dalam laga lanjutan Liga Spanyol di Camp Nou, Spanyol, 2 Februari 2019. REUTERS

    TEMPO.CO, JakartaChelsea dikabarkan mencuri start dalam perebutan gelandang Barcelona, Philippe Coutinho. Pihak The Blues dikabarkan telah bertemu dengan agen si pemain, Kia Joorabchian.

    Media Spanyol Sport menyebutkan bahwa Chelsea memiliki hubungan baik dengan Kia Joorabchian. Mereka pun disebut cukup percaya diri bisa menggaet Coutinho karena memiliki hubungan yang juga cukup baik dengan Barcelona.

    Pertemuan tersebut membuat mereka unggul satu langkah dari para pesaingnya yang dikabarkan juga meminati Coutinho seperti Manchester United. Kubu Setan Merah masih belum melakukan pergerakan meskipun disebut menginginkan gelandang asal Brasil itu.

    Chelsea membutuhkan Coutinho untuk meningkatkan daya gedor mereka musim depan. Manajer Frank Lampard kabarnya akan melego sejumlah pemain tengah Chelsea musim depan seperti Jorginho dan Ross Barkley.

    Philippe Coutinho sendiri saat ini masih berada di Jerman. Dia dipinjamkan oleh Barcelona sejak awal musim lalu ke Bayern Munchen. Klub raksasa asal Jerman itu sebenarnya memiliki hak untuk mempermanenkan Coutinho, namun mereka mengurungkan niatnya karena menilai harga 105 juta poundsterling yang dimintai Barcelona terlalu tinggi.

    Barcelona sendiri disebut siap memangkas harga Philippe Coutinho. Media Inggris The Sun menyebutkan bahwa Barcelona siap menerima porposal penawaran senilai 70 hingga 80 juta euro.

    SPORT|THE SUN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.