Galang Dana Untuk Tangani Virus Corona, Persib Jual Kostum Khusus

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pertandingan Arema FC vs Persib Bandung pada Liga 1 2020 pekan kedua di Stadion Kajuruhan, Ahad, 8 Maret 2020. (persib.co.id)

    Pertandingan Arema FC vs Persib Bandung pada Liga 1 2020 pekan kedua di Stadion Kajuruhan, Ahad, 8 Maret 2020. (persib.co.id)

    TEMPO.CO, JakartaPersib Bandung meluncurkan kostum spesial demi menggalang dana untuk para tenaga medis yang berjuang di garis depan melawan virus corona. Kostum tersebut merupakan kostum mereka untuk kompetisi Liga 1 2020 yang dimodifikasi dan akan diproduksi secara terbatas.

    Kostum spesial tersebut berwarna biru yang memang merupakan warna kebanggaan klub asal Bandung tersebut. Lambang sponsor di bagian depan diganti dengan teks"#Sauyunan" yang bermakna kebersamaan, gotong royong, dan saling menolong.

    "Selama ini jersey, kan, merupakan salah satu simbol kebanggaan sebuah klub. Dengan kami tuliskan kata Sauyunan di tengah jersey, kami berharap rasa kebanggaan untuk saling menolong, gotong royong, dan nilai-nilai kebersamaan lainnya yang selama ini sudah ada di bobotoh, makin kuat," ujar Direktur PT PBB, Teddy Tjahyono, seperti dilansir dari laman resmi Persib, Jumat 10 April 2020.

    Persib membanderol kostum khusus itu dengan harga Rp275.000. Menurut Teddy, seluruh keuntungan dari penjualan itu akan didonasikan untuk membeli alat pelindung diri (APD), masker, dan kebutuhan medis lainnya.

    Selain kostum, Persib meluncurkan masker edisi khusus yang dibanderol dengan harga Rp55.000. Masker itu dibuat dengan bahan mikro fiber yang anti air dan bisa dicuci hingga 30 kali pemakaian.

    Penjualan kostum itu sendiri dilakukan sejak Kamis kemarin hingga 15 Mei mendatang. Teddy berharap program ini semakin memperkuat kebersamaan dalam membantu sesama di tengah situasi sulit karena krisis pandemik virus corona yang sedang dihadapi.

    PERSIB


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.