4 Berita Liga 1 Terbaru: RD, Osvaldo, Angga Saputra, Ruben Sanadi

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Persija Jakarta Osvaldo Haay (kiri) dan Evan Dimas berselebrasi usai menjebol gawang Borneo FC dalam pertandingan pekan pertama Shopee Liga 1 2020 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Minggu, 1 Maret 2020. ANTARA

    Pemain Persija Jakarta Osvaldo Haay (kiri) dan Evan Dimas berselebrasi usai menjebol gawang Borneo FC dalam pertandingan pekan pertama Shopee Liga 1 2020 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Minggu, 1 Maret 2020. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Berita bola pada Rabu, 24 Juni 2020, menampilkan sejumlah kabar dari pemain dan klub Liga 1. Saat ini, mereka tengah menanti kepastian soal kelanjutan kompetisi.

    Inilah berita selengkapnya:

    Pelatih Madura United Butuh Persiapan 6 Minggu

    Pelatih Madura United Rahmad Darmawan mengatakan, timnya hanya membutuhkan waktu sekitar enam pekan untuk menyiapkan diri sebelum kompetisi bergulir lagi.

    "Kalau Madura United ikut (liga), saya akan segera siapkan rencana program latihan dengan beberapa alternatif. Bisa H-6 minggu, H-5 minggu, kita lihat perkembangan pandemi COVID-19 ini," kata Rahmad dalam laman Liga Indonesia, Rabu.

    Pelatih Madura United Rahmad Darmawan. (Foto: Antara)

    Pelatih yang akrab disapa RD itu masih menunggu tanggal pasti kompetisi digelar, namun PSSI dan operator liga sudah menyebut sekitar September atau Oktober.

    Oleh karena itu dia juga belum bisa memastikan kapan Beto Goncalves dan kawan-kawan harus kembali berkumpul untuk latihan bersama perdana setelah lama diliburkan.

    "Untuk sementara waktu para pemain Madura United diminta untuk tetap menjaga kebugaran dengan melakukan individual training di rumah masing-masing," kata dia.

    Awalnya, Madura United menjadi salah satu tim yang menolak keras liga kembali digelar dengan alasan pandemi COVID-19 di Indonesia belum mereda. Mereka bahkan akan menyatakan mundur apabila federasi bersikeras melanjutkannya.

    Tetapi kemudian sikap Madura United melunak ketika Direktur tim Sape Kerab Haruna Soemitro menyatakan mereka akan ikut liga apabila dalam dua bulan ini pandemi sudah mereda.

    "Sejak awal Madura itu sense-nya pada kesehatan dan keselamatan bukan soal kompetisi ya. Jika dua bulan ke depan situasi sudah mereda kenapa tidak?" kata Haruna.

    Osvaldo Haay Berlatih di Gunung dan Pantai

    Pemain Persija Jakarta Osvaldo Haay memanfaatkan pantai dan gunung di Papua sebagai tempat latihan mandiri agar tetap menjaga kebugarannya dalam menyongsong kelanjutan Liga 1 Indonesia.

    "Saya rutin berolahraga pagi dan sore. Pada pagi hari sering ke pantai Hamadi untuk joging dan menjaga stamina. Saya juga berlatih sore untuk penguatan otot," kata Osvaldo seperti dikutip laman Persija, Rabu.

    "Kalau sore hari biasanya saya berolahraga bersama berolahraga dengan naik gunung," kata dia lagi.

    Pemain yang akrab disapa Valdo ini memilih pulang ke kampung halaman saat tim diliburkan sejak Maret. Meski begitu, dia diwajibkan berlatih mandiri oleh pelatih.

    Menurut mantan pemain Persebaya ini, ia beruntung lahir di Papua yang alamnya indah sekali. Dengan banyaknya pilihan tempat untuk berolahraga, Valdo tak akan merasa bosan saat menjalani latihan mandiri. "Saya beruntung karena alam Papua sangat indah dan dapat dimanfaatkan untuk berolahraga," kata dia.

    Hingga saat ini Persija memang belum mengumumkan kapan mengumpulkan para pemainnya menyambut bergulirnya lagi Liga 1 Pelatih Sergio Farias sendiri masih berada di Brasil sembari menunggu panggilan kembali ke Indonesia.

    PSSI dan operator liga masih menyusun teknis penyelenggaraan Liga 1 yang akan kembali dilanjutkan sekitarn September atau Oktober namun kapan tanggal pastinya masih belum ditentukan.

    Selanjutnya: Kabar Kiper Persebaya dan Ruben Sanadi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.