Barcelona Rugi Rp 1,6 T Akibat Covid-19, Lebih Besar dari Manchester United

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Barcelona Antoine Griezmann (tengah) melepaskan tendangan melewati kiper Sevilla Bono dalam pertandingan Liga Spanyol di Camp Nou, Barcelona, Spanyol, Senin dinihari, 5 Oktober 2020. REUTERS/Albert Gea

    Pemain Barcelona Antoine Griezmann (tengah) melepaskan tendangan melewati kiper Sevilla Bono dalam pertandingan Liga Spanyol di Camp Nou, Barcelona, Spanyol, Senin dinihari, 5 Oktober 2020. REUTERS/Albert Gea

    TEMPO.CO, JakartaBarcelona menyatakan merugi sebesar 97 juta euro atau sekitar Rp 1,67 triliun pada kuartal ketiga tahun 2020 akibat pandemi Covid-19. Kerugian tersebut lebih besar ketimbang yang dialami oleh Manchester United

    Dalam pernyataan tertulisnya, Barcelona menyatakan musim lalu pendapatan mereka menurun 14 persen dari musim 2018-2019. Jika pada musim 2018-2019 mereka mendapatkan 990 juta euro, musim lalu pendapatan klub tercatat hanya 855 juta euro.

    Menurunnya pendapatan itu tak lepas karena mereka kehilangan pemasukan penjualan tiket sebesar 47 juta euro, penjualan marchendise yang menurun 35 juta dan 18 juta euro dari tur stadion.

    Tak hanya dari sisi pendapatan, keuangan Barcelona juga mendapatkan beban berat karena utang bersih keseluruhan mereka berlipat ganda menjadi 488 juta euro.

    Untuk menekan kemungkinan kerugian semakin besar, Barcelona telah melakukan sejumlah langkah penghematan. Mereka memangkas gaji para pemainnya serta menjual pemain bergaji besar seperti Luis Suarez, Arturo Vidal dan Ivan Rakitic. 

    Barcelona juga tak terlalu banyak melakukan belanja pemain pada bursa transfer musim panas ini. Mereka hanya membayar pemain sayap Trincao dan Pedri  serta memboyong bek kanan Sergino Dest. 

    Nilai kerugian Barcelona tersebut lebih tinggi dari yang dialami oleh Manchester United. Bulan lalu, klub asal Inggris itu mengumumkan mereka telah mengalami kerugian sebesar 75 juta pound sterling atau sekitar Rp 1,4 triliun karena pandemi Covid-19.

    Sama seperti Barcelona, Manchester United juga disebut mengalami kerugian besar dari kehilangan penjualan tiket. Dalam satu laga di Stadion Old Trafford, menurut laporan ESPN, Manchester United seharusnya mampu meraup sekitar 4 juta hingga 5 juta pound sterling.

    Musim lalu, Manchester United disebut kehilangan 45 juta pound sterling karena 10 laga digelar tanpa penonton.

    Hilangnya tur pra musim juga disebut menyumbang kerugian cukup besar bagi kubu Setan Merah. Mereka seharusnya bisa mendapatkan sekitar 10 juta pound sterling dengan agenda laga uji coba di sejumlah negara.

    Dengan kembali ditutupnya stadion pada musim ini, Manchester United diperkirakan akan kembali mendapatkan kerugian sebesar 37,5 juta pound sterling hingga akhir tahun. Dengan total kerugian mencapai 100 juta pound sterling atau sekitar Rp 1,9 triliun, kerugian Manchester United bisa jadi akan lebih besar dari Barcelona.

    ANTARA| ESPN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Daftar Lengkap Harga Mobil Toyota Tanpa PPnBM, dari Avanza hingga Vios

    Relaksasi Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM) mobil berlaku pada 1 Maret 2021. Terdapat sejumlah model mobil Toyoto yang mendapat diskon pajak.