Kisah Muram Murtaza Ahmadi, Bocah Afghanistan Pengagum Lionel Messi

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Murtaza Ahmadi merupakan seorang bocah Afghanistan setelah fotonya yang mengenakan kresek biru putih bertuliskan Messi 10 yang mirip jersey tim Barcelona, menjadi viral pada awal 2016. instagram.com

    Murtaza Ahmadi merupakan seorang bocah Afghanistan setelah fotonya yang mengenakan kresek biru putih bertuliskan Messi 10 yang mirip jersey tim Barcelona, menjadi viral pada awal 2016. instagram.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Masih ingat Murtaza Ahmadi, bocah Afghanistan yang viral pada 2016 karena bermain bola dengan memakai rompi dari plastik kresek bertuliskan Lionel Messi? Kini kehidupan anak itu tak beranjak membaik, bahkan disebutkan menderita dan harus menghadapi berbagai tekanan.

    Hal itu terungkap dari unggahan video Bleacher Report di lamannya, juga di kanal Youtube nereja. Media itu mendatangi kediaman bocah itu di Afghanistan, mewawancarainya juga orang-orang terdekatnya.

    Menurut laporan itu, video viral pada 2016 tersebut, juga perjumpaan dengan Lionel Messi, justru membawa Murtaza pada sederet masalah. Ia dan keluarganya mengalami berbagai ancaman dan penguntitan. Ketakutan akan penculikan akhirnya sempat membuat Murtaza Ahmadi hidup terpisah di Kabul, jauh dari orang tuanya.

    Pada 2016, Murtaza Ahmadi masih berusia 5 tahun. Ia menjadi perhatian dunia ketika fotonya yang sedang bermain bola mengenakan kaos dari plastik bertulis Messi terunggah di Facebook.

    Bekat bantuan organisasi Internasional, ia akhirnya bertemu dengan Lionel Messi saat pemain Barcelona itu bermain dalam sebuah pertandingan di Qatar. Namun, pertemuan itu disebut keluarganya justtru menjadi awal mimpi buruk.

    Pemain Barcelona, Lionel Messi menggenggam tangan bocah asal Afghanistan, Murtaza Ahmadi sebelum dimulainya laga persahabatan melawan klub Arab Saudi, Al-Ahli FC di Doha, Qatar, 13 Desember 2016. Hampir setahun berlalu, akhirnya Ahmadi berkesempatan untuk bertemu idolanya yang merupakan bintang Barcelona tersebut. Getty Images

    Karena kejadian itu Murtaza menjadi kian terkenal, termasuk di negaranya. Masalahnya, banyak orang yang menduga dia dan keluarganya mendapatkan uang bantuan dari bintang Barcelona itu. Kesulitan pun mulai muncul. Orang-orang mulai mengintai rumah keluarganya.

    Sebuah surat dikirim ke keluarga dari Taliban, mengancam akan menangkap seluruh keluarga. Mereka sempt mengajukan permintaan suaka yang ditolak.

    Baca Juga: Punya Uang Rp 9,5 Triliun, Apa yang Bisa Dibeli Messi?

    Hamayoun, kakak Murtaza, menegaskan mereka tak mendapat bantuan dari Messi. Ketika di Qatar adiknya hanya bertemu Messi di lapangan.

    Pemain Barcelona, Lionel Messi menggendong bocah asal Afghanistan, Murtaza Ahmadi saat diwawancarai media atas kedatangannya dalam gelaran laga persahabatan melawan klub Arab Saudi, Al-Ahli FC di Doha, Qatar, 13 Desember 2016. AP Photo

    Setelah itu, Messi lewat orang terdekatnya hanya memberikan bocah itu bola dan kaos saja. Ayah Murtaza yang bernama Arif menjelaskan, "Dua paket datang dari orang dekat Messi tiba di rumah."

    "Ketika pertama melihat paket itu, saya pikir satunya berisi mainan untuk Murtaza dan paket yang lain berisi dolar (uang), tapi tidak, itu hanya sebuah bola dan sebuah kaos."

    Gara-gara paket yang dikira berisi uang itulah, Murtaza dan keluarganya mendapat ancaman penculikan.

    Arif mengatakan ia mengira jika mempertemukan anaknya dengan Messi akan membuat sang pemain memberikan bantuan.

    Murtaza Ahmadi (5) dibantu memakai jersey Timnas Argentina yang terbuat dari plastik saat bermain sepak bola di markas Federasi Sepak Bola Afghanistan di Kabul, Afghanistan, 2 Februari 2016. Kabar ini ternyata sudah sampai ke telinga Messi, yang disebut tertarik bertemu langsung dengan Murtaza Ahmadi. REUTERS/Omar Sobhani

    "Kami pikir dengan membawanya ke Doha untuk bertemu Messi, dia akan melakukan seperti Ronaldo. Kami pergi ke Doha jadi Messi bisa melakukan sesuatu untuknya tapi dia tidak melakukan apapun," jelas Arif. Sebelumnya Ronaldo bertemu anak Suriah penggemarnya dan membantunya mencari suaka.

    Menurut Arif, pertemuan dengan Messi justru membuat segalanya menjadi berat bagi Murtaza. Semua orang percaya anak itu mendapatkan uang saat bertemu Messi dan mereka ingin mendapatkan bagiannya.

    Penguntitan hingga ancaman penculikan muncul. Murtaza berhenti keluar rumah, juga berhenti bermain sepak bola yang disukainya. Untuk mencetah hal tak diinginkan, anak itu kemudian harus dikirim ke rumah pamannya yang juga ada di Kabul. 

    Baca Juga: Barcelona Masih Berutang Rp 1 Triliun pada Lionel Messi

    Ketika Bleacher Report mendatangi rumahnya, Murtaza sudah kembali. Ia sudah berkumpul kembali dengan keluarganya lagi sejak beberapa bulan lalu.

    Meski mengalami banyak masalah, Murtaza Ahmadi mengaku tak menyesal. Kekagumannya pada Lionel Messi juga tak pupus. "Ada banyak ledakan dimana-mana, boom, aku tidak punya tempat untuk bermain. Aku tidak punya teman, aku akan memakai kaos itu lagi karena aku mengagumi Messi," kata dia.




    MARCA | BLEACHER REPORT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.