Kunci Sukses Barcelona Tundukkan Sevilla, Perubahan Skema dan Pressing Tinggi

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyerang Barcelona Lionel Messi melakukan selebrasi usai membobol gawang Elche dalam pertandingan Liga Spanyol di Camp Nou, Barcelona, 25 Februari 2021. Barcelona kalahkan Elche 2-0. REUTERS/Albert Gea

    Penyerang Barcelona Lionel Messi melakukan selebrasi usai membobol gawang Elche dalam pertandingan Liga Spanyol di Camp Nou, Barcelona, 25 Februari 2021. Barcelona kalahkan Elche 2-0. REUTERS/Albert Gea

    TEMPO.CO, JakartaBarcelona berhasil membalaskan kekalahan atas Sevilla dengan kemenangan 2-0 pada laga Liga Spanyol Sabtu kemarin. Skuad asuhan Ronald Koeman sebelumnya dibungkam skuad asuhan Julen Lopetegui dengan skor yang sama pada laga pertama semi final Copa del Rey dua pekan lalu.

    Koeman tampak belajar banyak dari kekalahan di Copa del Rey. Pada akhir pekan kemarin, dia melakukan perubahan drastis dalam permainan anak asuhnya.

    Hal pertama yang sangat terlihat jelas adalah pemilihan skema permainan. Pada laga Copa del Rey, Koeman memilih memainkan pola 4-3-3 sementara akhir pekan kemarin dia menggunakan pola 3-5-2.

    Dengan menumpuk pemain di lini tengah, Barcelona dapat lebih cepat menekan lawan ketika kehilangan bola. Pressing sejak lapangan permainan lawan yang dilakukan Pedri, Frenkie De Jong dan Sergio Busquets plus Jordi Alba dan Sergino Dest yang dipasang sebagai bek sayap membuat para pemain Sevilla tak leluasa memegang bola.

    Ivan Rakitic cs kesulitan membangun serangan dengan tenang. Mereka tak memiliki keleluasaaan untuk berpikir dan melihat posisi temannya dalam melepaskan umpan. Alhasil, serangan Sevilla lebih mudah diredam oleh Barcelona.

    Penempatan Alba dan Dest yang lebih maju ke lini tengah juga membuat dua pemain sayap Sevilla, Alejandro Gomez dan Munir El Hadaddi tak berkutik. Mereka tak bisa lagi mengeksploitasi sisi sayap tengah Barcelona yang kerap kosong dalam skema 4-3-3.

    Secara statistik, strategi yang diterapkan Koeman terbukti sukses. Jumlah umpan Sevilla menurun drastis dari 538 umpan pada laga Copa del Rey menjadi 487 umpan, begitu pun dengan tingkat akurasinya yang menurun dari 85 persen menjadi 84 persen.

    Baca: Barcelona Vs Sevilla di Copa del Rey, Pedri Absen

    Yang terpenting adalah bagaimana Sevilla kesulitan melepaskan tembakan ke gawang yang dijaga Marc-Andre ter Stegen. Jika pada laga terdahulu mereka dapat melepaskan 11 tembakan, pada Sabtu kemarin Rakitic cs hanya melepaskan 4 tembakan saja.

    Sebaliknya, Barcelona menerapkan pola permainan cepat. Koeman tampak menginstruksikan timnya untuk tak terlalu lama memegang bola dan langsung mengalirkannya ke lini depan.

    Tujuannya tentu saja memanfaatkan lambatnya lini belakang Sevilla dalam mengatur posisi. Pada gol pertama yang dicetak oleh Ousmane Dembele hal itu terlihat dengan sangat jelas. Lionel Messi dengan sangat mudah melepaskan umpan ke area kosong dimana Dembele langsung berlari mengejarnya.

    Kecepatan Dembele juga menjadi kunci bagi kemenangan Barcelona. Dia beberapa kali mengeksploitasi ruang kosong di lini belakang Sevilla sehingga membuat Barcelona menciptakan peluang.

    Pada gol kedua, ciri khas permainan Barcelona yang mampu membangun melalui celah-celah kecil pertahanan lawan juga terlihat. Ilaix Moriba yang masuk pada babak kedua sukses bermain satu dua dengan Messi yang kemudian merangsek masuk dan mengecoh dua pemain Sevilla sebelum akhirnya menundukkan penjaga gawang Yassine Bounou.

    Strategi seperti itu kemungkinan besar akan kembali diterapkan Ronald Koeman pada laga kedua semi final Copa del Rey antara Barcelona vs Sevilla Kamis mendatang.

    Akan tetapi hal itu sangat tergantung pada kondisi Gerard Pique dan Ronald Araujo. Kedua pemain mengalami cedera pada laga akhir pekan kemarin dan membuat Koeman hanya memiliki Oscar Mingueza, Samuel Umtiti dan Clement Lenglet sebagai bek tengah.

    Jika ketiganya bermain sejak awal, Ronald Koeman praktis tak memiliki satu pun bek tengah di bangku cadangan. Karena itu, dia berharap tim medis Barcelona bisa membuat Pique dan Araujo segera pulih dan bisa turun demi meraih tiket final Copa del Rey musim ini.

    MARCA| AS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.