Soal Rekor Buruk Manchester United Menghadapi Tim Besar, Ini Kata David De Gea

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penjaga gawang Manchester United, David de Gea melakukan selebrasi usai mengalahkan Wolverhampton Wanderers dalam Liga Premier Inggris di Old Trafford, Manchester, Inggris, 29 Desember 2020. REUTERS/Laurence Griffiths

    Penjaga gawang Manchester United, David de Gea melakukan selebrasi usai mengalahkan Wolverhampton Wanderers dalam Liga Premier Inggris di Old Trafford, Manchester, Inggris, 29 Desember 2020. REUTERS/Laurence Griffiths

    TEMPO.CO, Jakarta - Penjaga gawang Manchester United, David de Gea, menanggapi soal rekor buruk timnya pada laga kontra tim-tim besar Liga Inggris musim ini. United kembali gagal meraih kemenangan kontra tim besar setelah hanya bermain imbang 0-0 dengan Chelsea pada laga Ahad malam kemarin.

    De Gea menilai hasil imbang kontra Chelsea itu cukup baik, akan tetapi dia menilai mereka harus meraih kemenangan melawan tim-tim besar jika ingin meraih gelar juara Liga Inggris.

    “Saya pikir hasil imbang itu baik-baik saja, tetapi bila kami ingin melakukan sesuatu yang baik dan kami ingin memenangkan trofi dan memenangkan liga, kami harus mengalahkan tim-tim ini,” kata De Gea kepada MUTV.

    De Gea mengakui bahwa Manchester United seharusnya tampil lebih baik pada laga-laga besar. Menurut dia, mereka harus lebih banyak menciptakan peluang untuk meraih kemenangan.

    Dia menilai ada sentuhan akhir yang hilang dari permainan United saat ini. Pada laga kontra Chelsea, menurut dia, hal itu sangat terlihat. Dia hanya bersyukur karena pertahanan mereka mampu tampil baik untuk menahan gempuran Timo Werner cs.

    “Kami tidak memiliki banyak peluang; kami tidak membuat terlalu banyak. Saya pikir umpan terakhir adalah apa yang kami lewatkan. Kami menciptakan serangan balik yang bagus, tetapi pada akhirnya, umpan terakhir bukanlah pilihan terbaik, tetapi setidaknya kami bertahan dengan sangat baik."

    "Mereka (Chelsea) tidak memiliki banyak peluang. Mereka memiliki beberapa peluang, tetapi tim itu kuat. Kami memberikan segalanya tetapi itu tidak cukup, jujur saja."

    Baca: Paul Scholes Ungkap Masalah Bruno Fernandes di Manchester United

    Hasil imbang itu memang membuat rekor Manchester United saat menghadapi lima tim besar Liga Inggris semakin buruk. Dari tujuh pertandingan, skuad asuhan Ole Gunnar Solskjaer tak pernah sekali pun menang dengan catatan dua kekalahan dan lima kali seri.

    Mereka dibungkam oleh Tottenham Hotspur dan Arsenal serta hanya bermain imbang kontra Manchester City, Liverpool dan Chelsea. Yang membuat rekor United lebih buruk adalah karena mereka hanya mampu mencetak satu gol dari enam laga tersebut. 

    United masih memiliki tiga kesempatan untuk memperbaiki catatannya musim ini. Mereka akan menghadapi Manchester City pada akhir pekan mendatang serta laga kontra Tottenham Hotspur dan Liverpool pada April dan Mei mendatang. Akan tetapi pada Kamis mendatang mereka masih harus menghadapi Crystal Palace

    De Gea menyatakan bahwa laga kontra Palace dan Manchester City akan sangat penting bagi mereka. Pasalnya kemenangan pada dua laga itu akan bisa membuat mereka mempertipis jarak dengan City yang berada di puncak klasemen.

    "Menangkan pertandingan berikutnya dan kemudian kami bermain melawan mereka (City), jadi mari kita lihat apakah kami bisa mengalahkan mereka dan kami bisa lebih dekat dengan mereka, karena sekarang mereka memenangkan pertandingan, mereka bermain bagus, dan sekarang jaraknya lebih besar.

    "Itu tidak mudah. Namun, ini Liga Premier Inggris; kami ingin memberikan segalanya hingga pertandingan terakhir dan berjuang untuk menjadi setinggi yang kami bisa."

    Hasil imbang pada laga kontra Chelsea membuaat Manchester United kini tertinggal 12 angka dari Manchester City di klasemen Liga Inggris. Dengan tersisa 12 pertandingan, peluang United merebut gelar juara musim ini memang belum tertutup.

    MAN UTD


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.