Usai Brasil Kalah di Final Copa America 2021, Tite Kritik CONMEBOL

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih timnas Brasil, Tite. REUTERS

    Pelatih timnas Brasil, Tite. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelatih timnas Brasil, Adenor Leonardo Bacchi atau Tite, mengkritik Konfederasi Sepak Bola Amerika Selatan (CONMEBOL) sekaligus preidennya, Alejandro Dominguez, setelah tim asuhannya dikalahkan Argentina 1-0 di final Copa America 2021, Minggu pagi WIB, 11 Juli 2021.

    Tite mengkritik kondisi lapangan yang digunakan dalam turnamen. Ia mengatakan para pemain berada dalam risiko karena turnamen itu digelar bersamaan dan pemberitahuannya hanya dua pekan sebelum pertandingan.

    Copa America tahun ini seharusnya diadakan di Kolombia dan Argentina. Namun, dipindahkan setelah adanya kerusuhan sipil di Kolombia dan lonjakan kasus Covid-19 di Argentina.

    Presiden Brasil, Jair Bolsonaro menawarkan diri agar negaranya menjadi tuan rumah tunggal Copa America 2021. Namun, Tite menyebut bahwa CONMEBOL melakukan perencanaan terburu-buru dan itu menimbulkan masalah bagi tim serta pemain yang terlibat.

    "Organisasi (CONMEBOL) melakukan banyak hal yang tidak diinginkan," kata Tite usai pertandingan, yang dikutip Reuters.

    "Lapangannya buruk. Para pemain menghadapi risiko yang berlebihan. Ini seharusnya tidak terjadi di turnamen besar seperti ini."

    "Saya berbicara secara khusus tentang orang yang bertanggung jawab, Alejandro (Dominguez), yang merupakan presiden CONMEBOL," kata Tite menambahkan.

    "Saya berbicara tentang dia, untuk mengatur turnamen dalam waktu sesingkat itu."

    Tite membuat kritik serupa tentang sejumlah kondisi lapangan di awal turnamen. Karena komentar yang disampaikannya itu, dia didenda 5.000 dolar Amerika (sekitar Rp 72 juta).

    Para pemain Brasil juga mengkritik CONMEBOL menjelang pertandingan pembukaan mereka, dengan mengatakan organisasi itu "tidak memadai".

    Kritik Tite memuncak beberapa saat setelah Argentina menang 1-0 atas Brasil untuk mengakhiri puasa trofi selama 28 tahun dan memenangkan Copa America untuk yang ke-15 kalinya.

    Kekalahan tersebut merupakan yang pertama bagi Brasil sejak pertandingan persahabatan pada 2019 dan kekalahan kompetitif pertama mereka sejak ditekuk Belgia di Piala Dunia 2018.

    Tite memuji kinerja pelatih lawan, Lionel Scaloni, tetapi mengkritik cara Argentina memperlambat permainan setelah mereka memimpin di pertengahan babak pertama.

    "Permainannya jadi lambat," katanya. "Kami ingin bermain, tetapi ada anti-sepak bola. Sepanjang waktu ada diving untuk pelanggaran dan kemudian mereka mengambil waktu lama untuk mengambilnya, wasit tidak melanjutkan permainan. Strateginya adalah menghentikan permainan," tutur Tite.

    Baca Juga: Argentina Juara: Lionel Messi Akhiri Penantian Panjang dan Jadi Top Skor Bersama


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.