Hodgson Pusing Banyaknya Tim Fullham yang Cedera

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih Fulham Roy Hodgson. REUTERS/Christian Charisius

    Pelatih Fulham Roy Hodgson. REUTERS/Christian Charisius

    TEMPO Interaktif, London -Manajer Tim Fullham, Roy Hodgson juga dipusingkan dengan cederanya beberapa pemain menjelang final Liga Eropa. Penyerang depan Bobby Zamora masih berjuang untuk mengatasi masalah cedera ototnya.

    Sementara pemai belakang John Pantsil dan Bjorn Helge Riise diganti dalam pertandingan melawan Arsenal hari Minggu. Paul Konchesky menderita pergelangan kaki, Brede Hangeland pada lutut, Aaron Hughes di pangkal paha,  dan Damien Duff pada betisnya. Mereka semua  diperkirakan akan berlatih Selasa (11/5).

    "Pantsil memiliki masalah dengan pangkal pahanya, namun kami kira tidak terlalu berpengaruh besar," kata Hodgson. "Mungkin ada ototnya yang tertarik, namun fisio kami tidak terlalu khawatir. Kami harus mengecek lagi kondisinya."

    Riise menderita kram perut di turun minum. Hodgson menilai kram perut Riise mungkin bisa mengkhawatirkan. "Dia harus pulang, namun kami berharap ini bukan virus penyebabnya," tambah pelatih berusia 62 tahun tersebut.

    Mantan manajer Inter Milan ini berharap Zamora akan fit untuk bertanding hari Rabu malam (12/5). "Bobby sudah membuat kemajuan, dan kami masih harus melihat apakah dia akan fit untuk berlatih atau dia memerlukan waktu lebih lama lagi," katanya. "Tentu saja, semakin lama waktu yang diperlukannya, semakin sulit untuk memilih tim karena dia sudah tidak berlatih atau bermain sejak melawan Hamburg."

    Di semifinal Fulham mengalahkan Hamburg 2-1 untuk maju ke pertandingan final Liga Eropa untuk pertama kalinya dalam sejarah klub tersebut. Pertandingan final ini akan diwasiti oleh Nicola Rizzoli dari Italia yang juga menjadi wasit dalam pertandingan perempat final Liga Champions antara Manchester United melawan Bayern Munchen.


    BBC | ANGIOLA HARRY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.