Markas PSM Terancam Dipindahkan ke Samarinda

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • PSM U-21 saat pertandingan uji coba dengan PSM senior di stadion Mattoanging gelora Andi Mattalatta. Tempo/Zulkarnain

    PSM U-21 saat pertandingan uji coba dengan PSM senior di stadion Mattoanging gelora Andi Mattalatta. Tempo/Zulkarnain

    TEMPO Interaktif, Makassar - Ketua eksekutif PT Liga Joko Driyono menegaskan, jika kondisi lapangan Stadion Andi Mattalatta di Makassar tidak dibenahi sampai Liga Super Indonesia bergulir pada 5 September, maka markas PSM akan ke Stadion Segiri Samarinda. Saat ini kondisi lapangan stadion yang dulunya bernama Mattoangin ini dinilai tidak memenuhi standar.

    “Tidak boleh tidak. Kalau menolak maka PSM terancam tidak ikut kompetisi,” kata Joko Driyono di sela peluncuran buku Andi Darusalam Tabusala yang berjudul ‘Manusia Multidimensi’ di Hotel Clarion, Rabu malam.

    Menurut Joko, kondisi lapangan stadion milik pasukan Ramang ini harus rata, kekerasan rumputnya harus homogen, saluran airnya harus bagus. "Tanggal 1-5 September, akan diturunkan tim ke Makassar," kata dia.

    Selain Stadion Andi Mattalatta, ucap Joko, ada beberapa klub lain yang dinilai lapangannya tidak layak. Antara lain, Persiba Balikpapan, Persiwa Wamena, PSPS Pekan Baru, Semen Padang, Persibo Bojonegoro, dan Persela Lamongan.

    “Ada dua pendekatan yang harus dilakukan jika lapangan sepakbola harus bagus. Pertama, tidak boleh digunakan untuk latihan, dan kedua perombakan secara drastis,” ucapnya.

    Dia meminta kepada pengelola agar melakukan pembenahan secepatnya. Joko juga sadar jika stadion di Indonesia tidak semua fasilitas bertaraf internasional. "Paling tidak memenuhi standar," katanya.

    Sementara peluncuran buku Andi Darusalam dirangkaikan dengan ulangtahunnya ke 60. Hadir di acara ini, Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo, Ketua PSSI Nurdin Halid, artis nasional Rina Hasyim, Manajer PSM Hendra Sirajuddin, dan gelandang tengah Sriwijaya FC Ponaryo Astaman.

    “Disinilah dilihat arti sebuah persahabatan. Makanya saya tidak suka dunia politik. Terjun ke dunia politik bisa dikatakan tidak ada kawan yang abadi," kata Darussalam.

    ARDIANSYAH RAZAK BAKRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.