Okto Ingin Menang di Final AFF untuk Kado Natal

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Oktovianus Maniani. ANTARA/Prasetyo Utomo

    Oktovianus Maniani. ANTARA/Prasetyo Utomo

    TEMPO Interaktif, Kuala Lumpur - Oktovianus Maniani, pemain sayap kiri tim nasional Indonesia, terpaksa merayakan natal tahun ini tanpa keluarga yang disayanginya. Ini adalah pengalaman pertama bagi pemain asal Papua, 20 tahun ini.

    “Baru pertama saya tidak merayakan natal bareng keluarga,” kata Okto usai latihan persiapan final Piala AFF di stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia, Sabtu (25/12).

    Meskipun sedih tidak bisa merayakan hari kelahiran Yesus, Okto tidak berkecil hati. Pemain yang kini memperkuat Sriwijaya FC ini bertekat akan tampil terbaik untuk membawa Indonesia menang. “Saya ingin persembahkan kemenangan itu sebagai kado natal untuk masyarakat Indonesia,” kata pemain yang terkenal lincah menggiring bola ini.

    Dalam doanya di hari Natal ini, Okto mengaku sengaja menyisipkan doa agar tim Merah Putih menang dan bisa menjadi juara selain berdoa untuk keluarganya yang sebagian besar berada di tanah Papua. Ia percaya Indonesia bisa menggungguli Malaysia.

    “Saya tidak yakin apakah bisa mencetak gol atau tidak, tetapi saya ingin memberikan assist agar tim bisa mencetak gol,” kata pemain yang mengidolakan Alie Iboy ini.

    Setelah cedera hamstring kanan yang membuatnya tidak bisa tampil maksimal di laga semifinal terakhir kemarin, Okto diragukan bisa memperkuat tim Garuda di final. Tapi, pemain mungil bertinggi 1,62 meter ini mengaku kondisinya sudah membaik. “Sudah membaik, walaupun masih sedikit sakit,” katanya.

    Tapi, ketika ditanya wartawan “Apakah pertandingan besok bisa berlari kencang seperti biasa?” Okto menjawab dengan tersenyum, “Kita lihat besok saja.”

    RINA WIDIASTUTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    4 Fakta Kasus Suap Pajak, KPK Bidik Pejabat Dirjen Pajak dan Konsultan

    KPK menetapkan pejabat Direktorat Jenderal atau Dirjen Pajak Kementerian Keuangan sebagai tersangka dalam kasus suap pajak. Konsultan juga dibidik.