Polisi Jamin Keamanan Suporter Malaysia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suporter Timnas Malaysia. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Suporter Timnas Malaysia. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Kepolisian Daerah Metro Jaya menjamin keamanan suporter sepak bola dari Malaysia yang akan menonton pertandingan final leg kedua Piala AFF Suzuki 2010 antara tim nasionalnya melawan Indonesia di Gelora Bung Karno, besok. “Pasti polisi mengamankan, mereka itu kan tamu negara,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Baharudin Djafar kepada Tempo, Selasa (28/12).

    Baharudin menjelaskan, sekitar 500 suporter Malaysia yang sudah memesan tiket pertandingan akan dikumpulkan di satu tempat. “Mereka akan dialokasikan di Sektor Barat Stadion Utama,” ujarnya. Hal ini dimaksudkan agar penjagaan bisa lebih mudah dan mengurangi potensi ricuh dengan suporter Indonesia.

    Selain itu, disebutkan Baharudin, rombongan suporter Malaysia akan mendapat pengawalan sesampainya di Bandara Soekarno-Hatta. Mereka memang diatur untuk datang berombongan ditemani pihak Kedutaan Malaysia. Dari bandara, mereka dikawal polisi hingga sampai ke GBK.

    Usai pertandingan pun, Baharudin mengemukakan, suporter Malaysia tersebut masih akan dikawal polisi sampai ke Bandara Soekarno-Hatta. “Dari tiba hingga pulang, kami kawal,” ujarnya.

    Dengan pengawalan ini, menurut Baharudin, suporter Malaysia tidak perlu takut menonton langsung pertandingan di kandang lawan. “Kami juga mengimbau semua suporter, Indonesia dan Malaysia, untuk tidak saling meledek, menonton dengan tertib,” katanya.

    Untuk pertandingan final besok, Polda Metro Jaya menurunkan sepuluh ribu personel untuk menjaga Kompleks GBK serta jalan-jalan di sekitarnya. Jumlah personel ini sudah ditambah dari jumlah semula sebesar 2.600 orang sebagai antisipasi kekalahan tim Indonesia yang sudah diungguli Malaysia 3-0 dalam pertandingan leg pertama.

    PUTI NOVIYANDA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.