Rahmad: Jangan Larang Pemain Masuk Timnas  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Pelatih Skuad Garuda Muda Rahmad Darmawan menilai kebijakan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) melarang para pemain di Liga Indonesia Super League (ISL) masuk ke timnas tak tepat. Ia menilai PSSI sebaiknya menyelesaian dualisme kompetisi, bukan melarang pemainnya masuk ke timnas.

    "Saya tetap menginginkan timnas harus dipilih dari pemain terbaik yang ada di Indonesia. Kalau, toh, sekarang terjadi dualisme kompetisi, itu yang harus diselesaikan, bukan pemainnya yang dilarang," katanya, Jumat, 9 Desember 2011.

    Ketua Umum PSSI Djohar Arifin dalam jumpa pers di Hotel Kartika Chandra tadi malam mengatakan pihaknya tak akan memanggil para pemain yang berlaga di Indonesia Super League ke timnas. Djohar beralasan FIFA melarang timnas diisi para pemain yang berlaga di liga tak resmi.

    Seperti diketahui, kompetisi terbelah menjadi dua, yakni kompetisi Indonesia Super League yang didukung mayoritas klub-klub liga super dan kubu Indonesian Premier League yang didukung PSSI. Sebagian besar pemain tim nasional bergabung di Liga Super. Jadi, kekuatan tim nasional kemungkinan akan menurun drastis.

    Rahmad mencontohkan, dalam Skuad Garuda Muda, hanya lima pemain yang berlaga di Indonesian Premier League, liga resmi PSSI. Selebihnya, seperti Titus Bonai, Patrich Wanggai, dan Egi Melgiansyah, bermain di Liga Super. "Kalau mau seperti itu (timnas dari Liga Super dan IPL), tinggal meresmikan saja Liga Super Indonesia, kan selesai," katanya.

    Larangan para pemain Liga Super memperkuat timnas, Rahmad melanjutkan, akan memangkas kewenangan pelatih yang seharusnya diberi kebebasan memilih setiap pemain tanpa harus dibatasi dari liga tertentu. "Seorang pelatih timnas harus bisa memilih pemain terbaik di Indonesia," katanya.

    DWI RIYANTO AGUSTIAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.