Kalahkan PSV, Pelatih Valencia Tetap Kecewa  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Unay Emery. AP/Alberto Saiz

    Unay Emery. AP/Alberto Saiz

    TEMPO.CO, Valencia - Valencia sukses meraih kemenangan 4-2 atas PSV Eindhoven dalam pertandingan pertama babak 16 besar Liga Europa di Stadion Mestalla, Jumat, 9 Maret 2012.

    Tim asuhan Unai Emery mampu unggul empat gol setelah pertandingan berlangsung kurang dari satu jam. Gol Valencia dicetak oleh Roberto Soldado dengan dua gol, Victor Ruiz, dan Pablo Piatti. Tapi Valencia harus kebobolan dua gol ketika pertandingan menyisakan tujuh menit.

    PSV sukses memperkecil keadaan melalui dua gol Ola Toivonen dan Georginio Wijnaldum. Toivanen mencetak gol lewat titik penalti pada menit ke-83. Dan Georginio Wijnaldum mengubah skor menjadi 4-2 pada menit akhir pertandingan.

    Emery menyayangkan atas terciptanya dua gol balasan itu. “Kami telah melakukan banyak hal positif dalam pertandingan. Tapi kami juga telah melakukan berbagai kesalahan. Mereka memanfaatkan dua kesalahan kami dengan mencetak gol. Kami terlalu percaya diri,” kata Emery.

    Pelatih berusia 40 tahun itu menilai timnya tak berkonsentrasi hingga akhir pertandingan. “Ini adalah sesuatu hal negatif yang harus kami pelajari. Pertandingan berlangsung selama 90 menit,” ujar Emery. “Kami tidak mengendalikan permainan dalam beberapa menit terakhir, itu telah mempengaruhi kinerja bagus kami. Kami tidak punya konsistensi dan akhirnya dihukum dengan dua gol di babak kedua.”

    Meski kebobolan dua gol, Valencia tetap memiliki keuntungan dua gol kandang dalam pertandingan kedua nanti. Valencia cukup meraih hasil imbang untuk lolos ke babak selanjutnya, sementara PSV membutuhkan dua gol untuk menyingkirkan Los Ches.

    SOCCERWAY | ANTONIUS WISHNU


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.