Henry Rela Terbang dari AS demi Muamba  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Thierry Henry. REUTERS/Nigel Roddis

    Thierry Henry. REUTERS/Nigel Roddis

    TEMPO.CO, London - Penyerang New York Red Bulls, Thierry Henry, mengunjungi pemain klub Bolton, Fabrice Muamba, di London Chest Hospital pada Rabu waktu setempat, 21 Maret 2012. Henry rela melakukan penerbangan 14 jam dari Kota Salt Lake, Amerika Serikat, menuju London, Inggris.

    Henry merupakan rekan setim Muamba ketika sang pemain tampil debut di Arsenal pada Oktober 2005. Hanya, keduanya tidak pernah bermain secara bersamaan di lapangan dengan kostum The Gunners. Meski begitu Henry tetap khawatir pada kondisi Muamba.

    Usai timnya bertanding melawan Real Salt Lake pada Sabtu waktu setempat Henry langsung memutuskan terbang ke London, atau 12 jam setelah insiden Muamba yang kolaps saat Bolton Wanderers bertanding melawan Tottenham Hotspur di perempat final Piala FA, Sabtu 17 Maret 2012.

    Setelah mengunjungi Muamba pada Rabu, Henry langsung bergegas untuk kembali ke New York. “Menuju pulang ke AS. Fabrice sudah jauh lebih baik, yang mana hal ini adalah sesuatu yang fantastis. Saya akan memberikan kabar lebih lanjut ketika saya kembali ke AS,” kata Henry lewat akun Twitter milikny sesaat sebelum kepulangannya ke negeri Abang Sam.

    Kondisi Muamba sendiri saat ini dikabarkan sudah membaik. Pemain berusia 23 tahun itu mulai bisa berbicara dan mengenali anggota keluarganya.

    TELEGRAPH | GOAL | IRVAN SAPUTRA

    Berita terkait:
    Amir Khan Senang Kondisi Muamba Membaik
    Adebayor Lega Muamba Sudah Membaik
    Manajer Bolton Optimistis Muamba Pulih
    Bolton Hanya Pikirkan Muamba
    Soal Muambam, Inggris Diasarankan Ikuti Jejak Seri-A
    Insiden Muamba Jadi Bahan Evaluasi Liga Primer
    Kalimat Pertama Muamba Ketika Sadar
    Insiden Cech Turut Andil Selamatkan Muamba
    Muamba Mulai Kenali Keluarganya
    Redknapp Syok Lihat Muamba Kolaps


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.