Ferguson Sabet Gelar Manajer Terbaik Versi LMA

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih Manchester United Alex Ferguson. AP/Jon Super

    Pelatih Manchester United Alex Ferguson. AP/Jon Super

    TEMPO.CO, Manchester - Prestasi apik yang ditorehkan Sir Alex Ferguson bersama Manchester United di musim ini kembali mendapatkan apresiasi. Setelah dinobatkan sebagai manajer terbaik Liga Primer Inggris oleh Barclays, Ferguson menyabet gelar manajer terbaik versi League Managers Association (LMA).

    Kesuksesan Fergie mengantarkan MU juara Liga Primer menjadi alasan kuat bagi para menajer yang ada di Liga Inggris, untuk memilihnya sebagai yang terbaik. Manajer asal Skotlandia itu membawa The Red Devils meraih gelar liga ke-20, atau yang ke-13 di sepanjang kariernya.

    Gelar tersebut sekaligus menjadi persembahan terakhir Fergie untuk tim yang telah dilatihnya selama lebih dari 26 tahun. Posisi Ferguson akan digantikan oleh David Moyes. Ferguson menutup kariernya di MU dengan hasil imbang 5-5 melawan West Bromwich Albion, pada Ahad lalu.

    “Ini sangat luar biasa, Klub ini sangat fantastis, dan selamat kepada West Brom atas performa mereka kemarin. Di satu sisi, saya senang semuanya sudah berakhir karena telah berkerja dengan keras,” kata Ferguson seperti dilansir The Sun. “Manajer West Brom Steve Clarke harus mendapatkan penghargaan ini, karena siapapun yang mencetak lima gol melawan MU layak mendapatkannya.”

    Bagi Ferguson, ini adalah gelar yang keempat. Sebelumnya, pria 71 tahun itu telah merebut gelar yang sama pada musim 1998/1999, 2007/2008, dan 2010/2011.

    THE SUN | ANTONIUS WISHNU

    Berita terpopuler:
    Arsenal ke Champions, Wenger Janjikan Pemain Baru

    AVB: Kami Pantas Bersaing untuk 'Big Four' 

    Buat Rafa, Terimakasih dan Selamat Jalan

    Rafa: Suporter Chelsea Sudah Lama Mendukungku

    Nirgelar, Wenger: Arsenal 2012/13 Skuat Terbaik


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sel Dendritik dan Vaksin Nusantara Bisa Disuntik Berulang-ulang Seumur Hidup

    Ahli Patologi Klinik Universitas Sebelas Maret menjelaskan proses pembuatan vaksin dari sel dendritik. Namun, vaksin bisa diulang seumur hidup.