Didenda AFC, Pengawasan Pertandingan Diperketat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para suporter Indonesia terlihat siap mendukung timnas Indonesia dalam pertandingan final Piala Hassanal Bolkiah melawan Brunei di Bandar Seri Begawan, Brunei, Jumat (9/3). REUTERS/Ahim Rani

    Para suporter Indonesia terlihat siap mendukung timnas Indonesia dalam pertandingan final Piala Hassanal Bolkiah melawan Brunei di Bandar Seri Begawan, Brunei, Jumat (9/3). REUTERS/Ahim Rani

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Djohar Arifin mengimbau panitia pertandingan internasional di Indonesia lebih ketat mengawasi penonton. Hal ini dilontarkan Djohar menyusul denda yang dikenakan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) pada Indonesia karena ulah suporternya melempar botol dan menyalakan petasan pada sejumlah pertandingan melawan tim Asing.

    "Kami tentu mengharapkan ketatnya pengawasan dari penjaga," kata Djohar saat ditemui di kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa, 21 Mei 2013. "Tapi kalau tidak ada iktikad baik dari penonton, penjagaan akan sia-sia juga," katanya.

    Kemarin, Senin, 20 Mei 2013, AFC  memberi sanksi  Indonesia karena ulah pelemparan botol dan penyalaan kembang api oleh sejumlah suporter selama beberapa kali Indonesia  menjamu tim asing. Kejadian paling akhir saat tim nasional menjamu tim Arab Saudi. Saat itu, suporter Indonesia  melempar botol berisi air mineral ke suporter Arab Saudi serta menyalakan kembang api.

    Akibat perbuatan suporter saat melawan Arab Saudi itu, Indonesia diharuskan membayar denda US$ 10 ribu. Indonesia juga diharuskan membayar tambahan US$ 5 ribu untuk kejadian selama 2012 yang berulang selama 2012. Secara total, Indonesia diharuskan membayar US$ 15 ribu atau Rp 146 juta.

    Adapun partai-partai pertandingan selama 2012 yang disebutkan AFC antara lain pertandingan Australia versus Indonesia pada 5 Juli 2012, pertandingan melawan Timor Leste 7 Juli 2012, pertandingan melawan Makau pada 10 Juli 2012, dan melawan Singapura pada 15 Juli 2012.

    Djohar meminta penonton Indonesia tidak membuat rusak nama bangsa. "Kita akan kedatangan  banyak tim asing, kata dia. Tapi kalau berita kejelekan-kejelekan seperti ini terus berkembang, ya  mereka tidak mau datang dan kita malu.

    GADI MAKITAN


    Topik Terhangat:


    Menkeu Baru
    | PKS Vs KPK | Vitalia Sesha | Ahmad Fathanah | Perbudakan Buruh

    Baca Juga:
    Klopp Pernah Diminati Bayern

    Belanja Pemain, Wenger Dibekali Rp 1 Triliun Lebih

    Klopp Sedih Melihat Performa Kagawa di MU


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.