Presiden Napoli Bantah Bertemu dengan Benitez

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rafa Benitez. telegraph.co.uk

    Rafa Benitez. telegraph.co.uk

    TEMPO.CO, Napoli - Presiden Napoli, Aurelio De Laurentiis, dikabarkan bertemu dengan bekas manajer Chelsea, Rafael Benitez. Namun, Laurentiis langsung menepis rumor itu,” Saya pergi ke London bukan untuk bertemu Benitez,” katanya seperti dikutip dari Football Italia, Selasa, 21 Mei 2013.

    Laurentiis lalu mengungkapkan alasannya pergi ke ibukota dari Negeri Ratu Elizabeth II itu. “Saya pergi ke London untuk mempersiapkan peluncuran film tentang Steve Jobs di Eropa,” ujar pria 64 tahun yang juga berprofesi sebagai produser film papan atas di Italia itu.

    Menurut rumor yang berkembang di Italia, Laurentiis ingin sekali menggunakan jasa Benitez yang masa kerjanya tak diperpanjang Chelsea. Mantan juru taktik asal Liverpool asal Spanyol itu diproyeksikan untuk menjadi pengganti Walter Mazzarri, yang besar kemungkinan akan hengkang.

    Laurentiis menyatakan ia tidak akan memilih pelatih dengan sembarangan. “Siapa yang akan saya pekerjakan? Tentu saja seseorang yang memiliki standar yang setara dengan Napoli,” ujarnya. “Saya perlu memahami orang yang akan berada di saya selama beberapa tahun ke depan.”

    Bila Laurentiis membantah telah bertemu dengan Benitez, ia membenarkan kabar ketertarikannya terhadap penyerang Manchester City, Edin Dzeko.“Saya sudah meminta Direktur Olahraga Riccardo Biggon pergi ke City dan berbicara tentang Cavani untuk negosiasi dengan Dzeko.”

    FOOTBALL ITALIA | SINGGIH SOARES TONCE

    Topik Terhangat:
    Menkeu Baru
    | PKS Vs KPK | Vitalia Sesha | Ahmad Fathanah | Perbudakan Buruh

    Baca Juga:
    Rooney Punya Anak Lagi 

    Atletico Madrid Perbolehkan Falcao Pergi 

    3 Jurus Klopp Merancang 'Monster of Mentality'  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.