Penggemar Stoke Tolak Mark Hughes

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Queens Park Rangers resmi mengumumkan memutus kontrak manajer Mark Hughes pada (23/11). Mark Hughes dikeluarkan dari manajer Queen Park Rangers karena keterpurukannya tim dalam awal musim ini. (AP Photo/Scott Heppell, File)

    Queens Park Rangers resmi mengumumkan memutus kontrak manajer Mark Hughes pada (23/11). Mark Hughes dikeluarkan dari manajer Queen Park Rangers karena keterpurukannya tim dalam awal musim ini. (AP Photo/Scott Heppell, File)

    TEMPO.CO, Stoke-on-Trent -  Seorang pendukung Stoke City melakukan tindakan eksentrik di depan Stadion Britania, markas Stoke City, Kamis 30 Mei 2013. Dia memarkir mobil bak terbuka berwarna kuning miliknya menghadap kantor pengurus klub itu. Di bagian belakang truknya, ada spanduk besar bertuliskan "Hughes Out!"

    Aksi itu sempat memancing keributan antara fans itu dengan petugas keamanan setempat. Si pendukung yang mengaku bernama Carl akhirnya mengalah dan meninggalkan area stadion. Dia kemudian berkeliling kota dengan mobil tersebut.

    "Itu adalah keinginan 90 persen keinginan penggemar Stoke," kata Carl, mengomentari aksinya. Klaim itu berasal dari banyaknya orang yang membidiknya dengan kamera dan menyampaikan dukungan. "Spanduk ini bukan sekedar pendapat pribadi saya."

    Aksi solo Carl itu adalah rangkaian penolakan fans terhadap keputusan manajemen yang menunjuk Mark Hughes sebagai pelatih baru Stoke City, menggantikan Tony Pulis yang dipecat.

    Sebelumnya Bryan Shaw, ketua suporter Stoke juga mengutarakan hal sama. Ia bahkan lebih serius, dengan menggalang petisi menolak pelatih asal Wales tersebut. "Kami lebih butuh pelatih seperti Roberto Martinez yang mampu membuat stadion lebih ramai," kata Bryan Shaw.

    Penolakan itu berdasar pada kinerja Hughes yang tidak berdaya mengangkat Queens Park Ranger dari zona degradasi sehingga dipecat pada November 2012. Martinez sebenarnya sebelas-dua belas karena juga gagal menyelamatkan Wigan Atheltic dari degradasi. Namun dia dianggap lebih berkelas karena, dengan materi pas-pasan, berhasil membawa Wigan menjuarai Piala FA dengan mengalahkan Manchester City yang bertabur bintang dan uang.

    Hughes tidak ambil pusing. Menurutnya, tidak etis apabila suporter hanya menilai kinerjanya selama bekerja di QPR. "Saya adalah manajer berpengalaman di Liga Primer Inggris," ujar pelatih 49 tahun itu.

    Namun, dia melanjutkan, QPR merupakan klub dengan angka pergantian manajer yang tinggi. "Sekarang saya senang ada kesempatan di Stoke, karena memiliki pandangan sama soal sepak bola dengan pemilik klub," kata mantan penyerang Manchester United itu.

    Ketua Stoke City Peter Coates pun sependapat. "Kualifikasinya sangat memuaskan dan ia adalah manajer yang cocok untuk Stoke," ujarnya. Penilaian berdasarkan kinerja Hughes di Fulham pada 2010-2011 dan Blackburn, 2004-2008.

    MIRROR | GUARDIAN | ARIE FIRDAUS

    Berita Terpopuler:
    Ramah pada Perempuan, Fathanah Pelit Pada Pria 

    Begini Aksi Fathanah Curi Dokumen KPK 

    Jokowi Tak Akan Penuhi Undangan Konvensi Demokrat

    Hakim Sebut Priyo Budi Santoso Terima Fee Korupsi

    KPK: Nama Priyo Budi Santoso Sudah Dicatat 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Forbes: Ada Perempuan Indonesia yang Lebih Berpengaruh Daripada Sri Mulyani

    Berikut sosok sejumlah wanita Indonesia dalam daftar "The World's 100 Most Powerful Women 2020" versi Forbes. Salah satu perempuan itu Sri Mulyani.