Spanyol Ingin Mencontoh Gairah Main Tahiti

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Timnas Spanyol (berdiri kika) ker Casillas,  Xabi Alonso, Sergio Ramos, Alvaro Negredo, Sergio Busquets,  Gerard Pique.  (bawah kika)  Alvaro Arbeloa,  David Silva, Andres Iniesta,  Xavi Hernandez danJordi Alba sebelum melawan Portugal saat Euro 2012 di Donetsk, Ukraina (28/6).  AP/Jon Super

    Timnas Spanyol (berdiri kika) ker Casillas, Xabi Alonso, Sergio Ramos, Alvaro Negredo, Sergio Busquets, Gerard Pique. (bawah kika) Alvaro Arbeloa, David Silva, Andres Iniesta, Xavi Hernandez danJordi Alba sebelum melawan Portugal saat Euro 2012 di Donetsk, Ukraina (28/6). AP/Jon Super

    TEMPO.CO, Rio de Janeiro - Sebelum laga Spanyol vs Tahiti, juara Oceania itu memang sudah kalah. Tapi mereka ingin tetap bermain dan berharap tidak kebobolan terlalu banyak. "Tujuan kami adalah untuk bertanding dengan sebuah kehormatan. Normal jika Spanyol keluar sebagai pemenang. Mereka profesional, kami tidak," kata kiper Tahiti Michael Roche sebelum laga.

    Semangat itu langsung mendapat hormat dari penyerang Spanyol, Fernando Torres. Usai mencetak 4 gol untuk kemenangan Spanyol atas Tahiti dengan skor 10-0, Torres mengaku tidak memperhatikan berapa gol yang ia cetak atau tiga poin yang didapat Spanyol.

    "Yang kita ambil dari pertandingan adalah contoh dari Tahiti, yang bermain dengan 100 persen gairah dan fair play sampai akhir," kata Torres kepada ESPN, Jumat, 21 Juni 2013. "Mereka mencoba untuk bermain dengan benar, mereka mencoba untuk menikmati diri mereka sendiri. Mereka tidak coba menghentikan permainan atau menendang para pemain kami--mereka menikmati sepak bola mereka dan itu hal besar yang kami ambil dari pertandingan ini."

    Tidak seperti skor akhir pertandingan, Spanyol sebenarnya rada sulit mengawali laga. Sudah 30 menit pertandingan berjalan, mereka baru unggul 1-0 lewat gol Fernando Torres pada menit ke-5. Gol kedua Spanyol baru hadir pada menit ke-31 dari David Villa. Sejak itu, kran gol Spanyol seolah usai direparasi, dan gol demi gol Matador mengalir cukup deras.

    Selama 90 menit pertandingan, setelah 27 kali menembak ke gawang, akhirnya Spanyol mengemas 10 gol. Torres 4 gol--dengan sekali gagal mengeksekusi penalti--, Villa juga empat, dan Juan Mata serta David Silva masing-masing satu gol.

    Tahiti sama sekali tak pernah masuk ke kotak penalti Spanyol, kalaupun pernah, itu hanya melakukan sekali tembakan yang bahkan tidak on target. Usai pertandingan, tidak ada rasa sesal begitu mendalam dari pemain Tahiti karena sejak awal mereka sadar diri tak mungkin bisa menang dan hanya berharap tidak kebobolan terlalu banyak. Spanyol pun tak memperlihatkan kejumawaan usai menggelontor sepuluh gol ke gawang juara Oceania 2012 itu.

    "Kami berfoto dengan pemain mereka usai pertandingan. Mereka adalah orang-orang bahagia dan aku benar-benar menikmati melihat mereka tersenyum dan menikmati diri mereka sendiri sampai menit terakhir," ujar Torres.

    Masih ingat dengan Samoa Amerika yang dikalahkan 31 gol tanpa balas oleh Australia di kualifikasi Piala Dunia 2002 zona Oceania pada 2001 lalu? Nah, begitulah sepak bola secara umum--kecuali Selandia Baru, dan Australia yang telah pindah ke zona Asia--di kontinen sebelah.  

    ESPN | KHAIRUL ANAM

    Baca juga:
    Tim Eropa Mulai Rewel dengan Iklim di Brasil
    De Gea Bujuk Thiago Alcantara ke MU
    United Segera Alihkan Pandang ke Alcantara
    Ada Sang Pacar di Stadion, Balotelli 'Menggila'  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.