Ferdinand Iri dengan Koleksi Gelar Juara Giggs

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rio Ferdinand. REUTERS/Susana Vera

    Rio Ferdinand. REUTERS/Susana Vera

    TEMPO.CO, Manchester - Pemain bertahan Manchester United, Rio Ferdinand, mengaku tidak puas dengan jumlah koleksi gelar juaranya. Sebab, jumlah gelar juaranya masih kalah jauh dari milik, Ryan Giggs, pemain paling senior di The Red Devils.

    “Saya tidak senang dengan apa yang telah diraih, ketika melihat para pemain di ruang ganti dan mengetahui bahwa mereka mendapat lebih banyak dari saya,” ujar mantan bek Leeds United itu, Ahad, 23 Juni 2013.

    Wajar bila Ferdinand cemburu terhadap Giggs. Soalnya, jebolan akademi West Ham United itu baru mengumpulkan 14 gelar juara. Adapun Giggs, yang telah membela MU selama 23 tahun, sudah menyabet  34 gelar juara di semua kompetisi.

    Ferdinand mengungkapkan, ia bukanlah tipe orang yang cepat berpuas diri. Ia selalu ingin berada di atas orang lain. “Itu yang saya lakukan setiap hari ketika berjalan melewati pintu,” ujarnya. “Anda harus membuat target untuk diri sendiri sepanjang waktu.”

    Ferdinand tampaknya bakal semakin sulit mengejar perolehan gelar juara Giggs. Pasalnya, pemain sayap yang dijuluki penyihir dari Wales itu belum memutuskan pensiun. Padahal, pemilik nama lengkap Ryan Joseph Giggs itu sudah berusia 39 tahun.

    Itu artinya, pemain yang dikenal dengan olah bola mumpuni itu masih mempunyai peluang untuk meraih lima gelar juara di musim depan. Kelima gelar juara itu antara lain, Community Shield, Piala FA, Carling, Liga Inggris, dan Liga Champions.

    THE SUN | SINGGIH SOARES

    Baca Juga:
    Prandelli: Italia Layak Raih Hasil Imbang

    Bekuk Italia, Brasil Juara Grup A

    Jordi Alba Ingin Spanyol Lawan Brasil di Final

    Hernanes Antusias Hadapi Italia


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.