Mengenang Mandela, Drogba-Eboue Terancam Sanksi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Selebrasi pemain Galatasaray Didier Drogba setelah berhasil memasukan bola ke gawang Real Madrid, Turki (9/4) REUTERS/Osman Orsal

    Selebrasi pemain Galatasaray Didier Drogba setelah berhasil memasukan bola ke gawang Real Madrid, Turki (9/4) REUTERS/Osman Orsal

    TEMPO.CO, Istanbul – Duet Galatasaray, Didier Drogba dan Emmanuel Eboue, terancam dijatuhi denda oleh Federasi Sepak Bola Turki (TFF) lantaran memamerkan kaos dalam bertuliskan ucapan belasungkawa terhadap mantan Presiden Afrika Selatan, Nelson Mandela, yang meninggal dunia Kamis lalu.

    Kedua pemain asal Pantai Gading itu menyampaikan pesan tersebut seusai pertandingan di Liga Super Turki antara Galatasaray dan Elazigspor, Jumat lalu.

    Drogba membuka kostum Galatasaray seusai kemenangan 2-0 dalam pertandingan itu untuk memperlihatkan kaos dalamnya yang bertuliskan: “Terima kasih Madiba”. Eboue melakukan hal yang sama untuk menunjukkan tulisan “Rest in Peace Nelson Mandela” yang tertera pada kaos dalamnya.

    Namun, gara-gara tindakan tersebut, Drogba dan Eboue terancam sanksi. TFF berencana memanggil kedua pemain tersebut ke hadapan Komite Disiplin Sepak Bola Profesional karena mereka tak meminta izin sebelumnya untuk menyampaikan pesan mereka.

    TFF memang menerapkan aturan ketat dalam upaya menjauhkan sepak bola dari politik. Namun, rencana mereka menjatuhkan sanksi terhadap Drogba dan Eboue hampir pasti menuai kritikan dari banyak pihak.

    Baru-baru ini TFF telah menjatuhkan sanksi terhadap para pemain Fethiyespor lantaran memakai kaos bertuliskan “Great Ataturk” sebagai ungkapan penghormatan kepada Mustafa Kemal Ataturk sebagai pendiri Turki modern.

    DAILYMAIL | A. RIJAL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.