Apung Belum Terima Somasi PSSI  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah panitia berdiri di sisi banner Konggres PSSI 2014 di Hotel Shangri-La, Surabaya, (26/1). Konggres yang berlangsung dua hari ini di ikuti delegasi dari 32 Asosiasi Provinsi PSSI, 18 perwakilan klub ISL dan 12 perwakilan klub Divisi Utama. TEMPO/Fully Syafi

    Sejumlah panitia berdiri di sisi banner Konggres PSSI 2014 di Hotel Shangri-La, Surabaya, (26/1). Konggres yang berlangsung dua hari ini di ikuti delegasi dari 32 Asosiasi Provinsi PSSI, 18 perwakilan klub ISL dan 12 perwakilan klub Divisi Utama. TEMPO/Fully Syafi

    TEMPO.CO, Jakarta - Apung Widadi, aktivis Save Our Soccer (SOS), kelompok masyarakat yang mengkritisi persepakbolaan Indonesia, meminta Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) mengirim surat somasi yang ditujukan kepadanya secara resmi. Hingga saat ini Apung mengaku belum menerima surat itu.

    “Sampai detik ini saya cek kotak pos saya masih kosong,” ujar Apung dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu, 12 Februari 2014. “Saya masih menunggu jika memang PSSI benar-benar mensomasi saya.”

    Senin kemarin, 10 Februari 2014, PSSI menyatakan mensomasi Apung Widadi, mantan aktivis Indonesia Corruption Watch. Ia dianggap mencemarkan nama baik Wakil Ketua Umum PSSI La Nyalla Mattalitti lantaran menulis status Facebook di grup Forum Diskusi Suporter Indonesia (FDSI) yang berbunyi: “Kasihan ya timnas U-19, pendapatan dari hak siar SCTV senilai 16 M diputar LNM untuk membiayai Persebaya palsu."

    Apung dianggap melanggar Pasal 27 ayat 3 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) tentang larangan menyebarkan kata-kata yang mengandung unsur penghinaan atau pencemaran nama baik.

    Dalam konferensi pers, Apung didampingi aktivis SOS lain, Ali Nur Said; kuasa hukum Apung, Munhur Satyahaprabu; admin FDSI, Helmi Atmaja; dan Richard Ahmad, Wakil Ketua Umum The Jakmania. Mereka mendukung Apung dan menyatakan Apung tidak bersalah.

    GADI MAKITAN

    Berita terpopuler:
    Indra Sjafrie: Permainan Timnas U-19 Tak Menurun
    Ini Lima Masalah MU yang Harus Diselesaikan Moyes
    Indra Sjafrie: Lini Depan Timnas U-19 Perlu Dipoles
    Indra Sjafri: Tembakan Timnas U-19 Lemah
    Lawan MU, Wenger Waspadai Ancaman Van Persie 



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.