Mancini Tak Menolak Latih AC Milan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bukan rahasia lagi bahwa pesepak bola Italia Mario Balotelli kerap kali bermasalah. Balotelli kerap didenda gara-gara kelakuannya, termasuk ketika melempar darts, sejenis anak panah, ke arah para pemain junior, pertengkarannya dengan Roberto Mancini dan menyalakan kembang api di kamar tidurnya. REUTERS/Alessandro Garofalo

    Bukan rahasia lagi bahwa pesepak bola Italia Mario Balotelli kerap kali bermasalah. Balotelli kerap didenda gara-gara kelakuannya, termasuk ketika melempar darts, sejenis anak panah, ke arah para pemain junior, pertengkarannya dengan Roberto Mancini dan menyalakan kembang api di kamar tidurnya. REUTERS/Alessandro Garofalo

    TEMPO.CO, Milan - Bekas pelatih Inter Milan, Roberto Mancini, tidak akan menolak jika diberi tawaran melatih AC Milan pada suatu hari nanti. Padahal Inter dan Milan adalah musuh bebuyutan dan saling bersaing di Seri A Liga Italia.

    Bersama Mancini, Inter pernah mengalami masa jaya. Pelatih 49 tahun itu telah mempersembahkan tiga gelar scudetto, dua Coppa Italia, dan dua Piala Super Italia. "Namun, dalam kehidupan, apa pun bisa terjadi. Melatih Milan, mengapa tidak," ujar Mancini.

    "Saya pelatih. Apa pun bisa terjadi. Hal itu tidak tergantung pada diri saya sendiri," Mancini menambahkan. Posisi pelatih Milan saat ini memang sedang menjadi pembicaraan. Pasalnya, di bawah asuhan pelatih Clarence Seedorf, performa Milan malah memburuk.

    Namun demikian, Mancini akan berpikir-pikir jika ditawari kembali melatih Inter. Sebab, menurut pelatih yang kini menangani Galatasaray tersebut, Inter telah mengalami banyak perubahan sejak dia dipecat pada 2008. "Tidak masuk akal jika membicarakan hal ini sekarang," kata Mancini.

    Ketertarikan Mancini melatih Milan bukan berarti dia akan meninggalkan Galatasaray pada akhir musim nanti. Pelatih yang juga pernah menangani Manchester City itu mengaku pekerjaannya di Turki berjalan dengan lancar. "Galatasaray? Mereka adalah tim besar yang bermain di Liga Champions, jadi saya memutuskan datang ke sini," ungkap Mancini.

    "Di Turki semuanya berjalan cukup baik. Ini adalah pengalaman baru bagi saya. Kami telah bekerja selama lima bulan di sini. Liga di sini cukup sulit, meskipun level kami terus meningkat. Setiap pertandingan di sini sulit, tapi pengalaman sejauh ini sangat positif," Mancini menambahkan.

    FOOTBALL ITALIA | JOKO

    Berita lainnya:
    Eto'o: Mourinho Langgar Aturannya Sendiri
    Madrid Loyo Saat Melawan Tim-tim Besar
    Kritik Wasit, Ronaldo dan Ramos Terancam Sanksi
    Ini 19 Kartu Merah Ramos sebagai Pemain Madrid
    Rooney Mengidolai Mike Tyson


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.