Erick Thohir: Mazzarri di Inter Sampai 2016

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden baru Inter Milan terpilih, Erick Thohir berpose di Milan, Italia, (15/11). Erick Thohir menggantikan kedudukan Massimo Moratti yang telah memiliki Inter Milan selama 18 tahun. (AP Photo/Antonio Calanni)

    Presiden baru Inter Milan terpilih, Erick Thohir berpose di Milan, Italia, (15/11). Erick Thohir menggantikan kedudukan Massimo Moratti yang telah memiliki Inter Milan selama 18 tahun. (AP Photo/Antonio Calanni)

    TEMPO.CO, Milan - Presiden Inter Milan, Erick Thohir, menegaskan bakal mempertahankan Walter Mazzarri di kursi pelatih. Pengusaha asal Indonesia itu bahkan siap menambah masa kerja Mazzarri hingga 2016 mendatang,

    Thohir tampaknya tak ingin buru-buru menghakimi Mazzarri yang gagal membawa Inter lolos ke Liga Champions musim depan. Mazzarri hanya mampu mengantarkan La Beneamata finis di peringkat kelima Seri A musim 2013/14 lalu.

    “Kami telah berbicara panjang lebar dengan (Direktur Teknik) Piero Ausilio dan Mazzarri. Kami ingin terus maju bersama dia, tapi belum memutuskan apa-apa,” kata Thohir kepada FCInterNews.it, Minggu, 29 Juni 2014.

    “Mazzarri masih memiliki kontrak satu tahun lagi. Jadi, satu ditambah satu adalah dua tahun lagi,” tambah pria 44 tahun itu. “(Kontrak) Dia akan diperpanjang hingga 2016.”

    Setelah mendapatkan Nemanja Vidic, Thohir belum puas. Ia siap memboyong pemain anyar demi bersaing di tiga kompetisi musim depan. Inter dikabarkan selangkah lagi mendapatkan Yann M’Vila dari Rubin Kazan. “Tanyakan hal itu kepada direktur Ausilio. Dia yang tahu,” ujar Thohir.

    FOOTBALL ITALIA | ANTONIUS WISHNU

    Baca juga:
    Ini Daftar Kekalahan Cile Vs Brasil di Piala Dunia
    Pelatih Uruguay Mundur dari FIFA
    Ini Dia Wasit Laga Brasil Vs Cile
    Gagal di Piala Dunia, Gerrard Bersantai di Pantai
    Melawan Brasil, Cile Khawatir Wasit Berpihak


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.