Minim Stopper, PSM Dinilai Masih Rapuh

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain PSM Makassar, Kurniawan (tengah) dihadang pemain Sriwijaya Fc Fachruddin pada pertandingan Liga Qatar National Bank (QNB) 2015 di Stadion Andi Matalatta, Makassar, 11 April 2015. Gelandang serang Sriwijaya, Morimakan Koita sukses membuat gol pada menit ke-70. TEMPO/Fahmi Ali

    Pemain PSM Makassar, Kurniawan (tengah) dihadang pemain Sriwijaya Fc Fachruddin pada pertandingan Liga Qatar National Bank (QNB) 2015 di Stadion Andi Matalatta, Makassar, 11 April 2015. Gelandang serang Sriwijaya, Morimakan Koita sukses membuat gol pada menit ke-70. TEMPO/Fahmi Ali

    TEMPO.CO, Makassar- Pengamat sepak bola, Faisal Maricar menilai lini belakang tim PSM atau yang dikenal dengan skuad Juku Eja masih rapuh lantaran belum memiliki pengganti Boman Irie Aime pemain asal Pantai Gading tersebut. Sehingga, untuk memaksimalkan tim maka PSM harus menambah pemain yang berposisi stopper.

    "Setelah kepergian Boman, sampai sekarang tidak ada penggantinya. Padahal posisi stopper itu sangat urgent, sebelum striker lawan berhadapan kiper," tutur Faisal, Jumat 14 Agustus.

    Hingga kini anak asuh Assegaf, kata dia, hanya memiliki dua stopper yakni Achmad Maulana dan Agung Prasetyo. Ketika kedua pemain ini dilanda cedera maka tidak ada lagi pemain pengganti yang bakal menggantikan posisinya. "Paling kalau ada, pemain itu bukan posisi murni stopper, misalnya Ardan Aras," kata Faisal.

    Menurut bekas pemain PSM era 90-an ini, lini tengah Ayam Jantan dari Timur julukan PSM sudah bagus. Karena dihuni pemain yang berpengalaman dan pemain muda, seperti Syamsul Chaeruddin serta Rasyid Bakrie. Begitu juga dengan lini depan yakni M. Rahmat dan Muchlis Hadi Ning Syaifulloh. Apalagi dengan bergabungnya Ferdinand Sinaga maka daya gedor dilini depan Juku Eja semakin tajam.

    "Lini tengah dan depan sudah bagus, apalagi ada Ferdinand. Jika bomber ini diduetkan dengan M. Rahmat maka bisa membuat tim lawan takut," ucap Faisal.

    Kepala Pelatih sementara PSM, Assegaf Razak mengatakan semua lini di skuad Juku Eja tetap harus dibenahi, meskipun Ferdinand Sinaga telah bergabung bersama Syamsul Chaeruddin cs. Hal itu dilakukan agar kerjasama tim antara lini perlini semakin solid, sehingga setiap laga yang dilakoni mampu meraih tiga poin di kandang sendiri.

    "Semua lini kita perbaiki, mulai lini belakang, tengah hingga depan. Agar tim bisa menang setiap pertandingan," kata Assegaf.

    Namun, lanjut dia, untuk mengukur kemampuan tim dan kondisi fisik pemain maka Ayam Jantan dari Timur julukan PSM harus menjalani laga uji coba. "Rencana pekan depan kita akan uji coba, tapi belum tahu timnya dari mana, apakah divisi utama atau bagaimana," ucap dia.

    Direkrutnya Ferdinand, meskipun hanya status pinjaman, Assegaf sangat senang lantaran lini depan anak asuhnya akan semakin tajam. Apalagi, ia mengakui skuad Juku Eja hanya memiliki dua striker murni yakni M. Rahmat dan Muchlis Hadi Ning Syaifulloh. " Tim memang kekurangan stok striker murni, jadi kehadiran Ferdinand sangat membantu lini depan," ujar dia.

    Menurut Assegaf, group D yang dihuni PSM dan tiga klub Liga Super Indonesia ini, yakni Pusamania Borneo, Persegres Gresik United serta Persipasi Bandung Raya. Merupakan klub yang termasuk kuat dan memiliki pemain bagus, sehingga harus diwaspadai dalam turnamen pramusim ini. "Jadi kita harus memberikan penampilan terbaik, apalagi kita selaku tuan rumah dibabak penyisihan group," kata Assegaf.

    DIDIT HARIYADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Studi Ungkap Kecepatan Penyebaran Virus Corona Baru Bernama B117

    Varian baru virus corona B117 diketahui 43-90 persen lebih menular daripada varian awal virus corona penyebab Covid-19.