5 Kisah Transfer Gagal di Liga Inggris Sebelum De Gea

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Luis Suarez menjadi pemain termahal musim ini. Pemain asal Uruguay ini dibeli Barcelona dari Liverpool dengan harga 71 juta pound sterling atau sekitar Rp 1,3 trilun. REUTERS/Gustau Nacarino

    Luis Suarez menjadi pemain termahal musim ini. Pemain asal Uruguay ini dibeli Barcelona dari Liverpool dengan harga 71 juta pound sterling atau sekitar Rp 1,3 trilun. REUTERS/Gustau Nacarino

    TEMPO.CO, Jakarta - Kegagalan transfer David de Gea membuat karier pemain itu terganggu. Ternyata De Gea bukan satu-satunya yang mengalami nasib nahas karena permasalahan transfer. De Gea tampak masih mujur karena MU menawarkan perpanjangan kontrak. Bandingkan dengan masa depan Sadio Berahino. Karier Sadio tampak suram karena ia menolak bermain di West Brom setelah gagal pindah ke Tottenham.

    Gagal transfer bisa jadi menghancurkan karier seseorang di sepak bola, tapi bisa juga tidak. Hal itu tergantung keberuntungan dan kecerdasan mengambil langkah. Berikut adalah daftar pemain yang mengalami masalah transfer yang mirip dengan De Gea.

    1. Luis Suarez, Agustus 2013, gagal ke Arsenal dari Liverpool
    Penyerang ini sampai memohon kepada Liverpool untuk melepaskannya ke Arsenal dengan nilai transfer 40 juta pound atau 871 miliar rupiah. Namun Liverpool berkukuh mempertahankannya. Keputusan Liverpool ternyata tepat karena musim berikutnya Suarez hampir membawa Liverpool meraih piala liga.

    2. Cesc Fabregas, Agustus 2010, gagal ke Barcelona dari Arsenal
    Keinginan Fabregas untuk merumput di Barca dimulai sejak Desember 2009. Namun keinginannya baru terwujud dua tahun kemudian, tepatnya Agustus 2011.

    3. Luka Modric, Agustus 2011, gagal ke Chelsea dari Totenham.
    Keinginan Modric bermain di Chelsea gagal karena Spurs menolak menjualnya kepada rivalnya tersebut dengan harga berapa pun. Namun gelandang tengah tersebut menghormati keputusan Spurs. Ia tetap memberikan penampilan terbaiknya hingga mengantarkan Spurs ke peringkat empat sampai ia pindah ke Madrid musim berikutnya.

    4. Gabriel Heinze, Agustus 2007, ke Liverpool dari Manchester United
    Ada aturan tidak tertulis dalam sepak bola, haram pindah ke klub lawan. Harusnya Heinze tahu itu, tapi dia ngotot minta pindah ke Anfield. Jelas MU menolak keputusan Heinze. Dia tetap bermain di Old Trafford. Lebih apes lagi, ia dipaksa menghuni bangku cadangan. Tak tahan, Heinze menuntut dipindahkan. Dua bulan kemudian ia akhirnya pindah juga meski ke Real Madrid dan bukan Liverpool.

    5. Cristiano Ronaldo, Agustus 2008, ke Real Madrid dari Manchester United
    Madrid sangat ingin meminang Ronaldo. Madrid pun mendekati Ronaldo. Gayung bersambut, Ronaldo terpikat. United saat itu tidak suka dengan aksi lobi-lobi Madrid tersebut hingga melaporkan Madrid ke FIFA. Meski tak ada tindakan apa pun dari FIFA, rumor kepindahan itu terus bergulir.

    Akhirnya Ronaldo setuju tinggal di Old Trafford. Beruntung keputusan itu membuat MU meraih piala liga dengan Ronaldo sebagai top skorer. Musim berikutnya baru Ronaldo mendapatkan keinginannya merumput di Madrid.

    THE TELEGRAPH | GURUH RIYANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspadai Komplikasi Darah Akibat Covid-19

    Komplikasi darah juga dapat muncul pasca terinfeksi Covid-19. Lakukan pemeriksaan preventif, bahan ketiksa sudah sembuh.