Laga Persija Vs Mitra Kukar Sempat Terhenti, Ini Sebabnya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas pemadam kebakaran menyemprotkan air kepada para pendukung Persija Jakarta yang menyalakan kembang api saat pertandingan Babak Penyisihan Grup C antara Bali United melawan Persija Jakarta dalam Piala Presiden 2015 di Stadion Dipta, Gianyar, Bali, 30 Agustus 2015. TEMPO/Johannes P. Christo

    Petugas pemadam kebakaran menyemprotkan air kepada para pendukung Persija Jakarta yang menyalakan kembang api saat pertandingan Babak Penyisihan Grup C antara Bali United melawan Persija Jakarta dalam Piala Presiden 2015 di Stadion Dipta, Gianyar, Bali, 30 Agustus 2015. TEMPO/Johannes P. Christo

    TEMPO.CO, Gianyar - Menjelang menit-menit akhir pertandingan Persija vs Mitra Kukar genderang dukungan dari supporter tim Macan Kemayoran semakin meriah. Dari tribun penonton The Jakmania menyalakan kembang api, dan menerbangkan lampion.

    The Jakmania - sebutan untuk pendukung Persija - tiba-tiba menyalakan flare. Kejadian itu terjadi pada menit ke-81. Kondisi itu membuat pertandingan partai terakhir grup C yang berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Senin malam, 7 Spetember 2015, dihentikan.

    Berdasarkan pantauan Tempo di lokasi, polisi sempat memperketat penjagaan di bagian tribun bawah disi kiri dan kanan yang dipenuhi pendukung Persija. Petugas pemadam kebakaran juga sempat dikerahkan. Mereka menyemprotkan air ke arah The Jakmania sehingga mereka pun terpencar.

    Sekitar 15 menit kemudian, suasana kembali tenang dan pertandingan kembali dilanjutkan kembali. Di sisa waktu pertandingan ternyata kedua tim tak satupun yang berhasil mencetak gol sehingga kedudukan 0-0 bertahan hingga wasit Oky Dwi Putra meniup peluit panjang.

    Hasil imbang membuat Persija gagal lolos ke babak delapan besar turnamen ini. Sedangkan, Mitra Kukar lolos mendampingi Bali United Pusam yang lebih dulu memastikan ke babak berikutnya.

    Usai pertandingan, puluhan polisi kembali turun untuk melakukan penjagaan di sekitar tribun yang ditempati The Jakmania.

    BRAM SETIAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.