Melawat ke Markas Mitra Kukar, Persib Boyong 17 Pemain

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesepakbola Martapura FC Aldi Renaldi (kanan) berebut bola dengan pesepakbola Persib Bandung Zulham Zamrun(kiri) dalam lanjutan kompetisi Piala Presiden di stadion Jalak Harupat, kabupaten Bandung, Jawa Barat, 10 September 2015. ANTARA FOTO

    Pesepakbola Martapura FC Aldi Renaldi (kanan) berebut bola dengan pesepakbola Persib Bandung Zulham Zamrun(kiri) dalam lanjutan kompetisi Piala Presiden di stadion Jalak Harupat, kabupaten Bandung, Jawa Barat, 10 September 2015. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Bandung - Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar optimistis skuad-nya meraih poin pada laga pertama semifinal Piala Presiden menghadapi Mitra Kukar di Stadion Aji Imbut, Tenggarong, Minggu, 4 Oktober 2015. Rombongan Persib berangkat menuju Tenggarong pada Jumat pagi, 2 Oktober 2015. Mereka menggunakan pesawat dengan jadwal penerbangan pukul 09.00 WIB.

    Pelatih Persib, Djadjang Nurdjaman, memboyong 17 pemain ke markas Mitra Kukar. Lima pemain inti Persib tak ikut dalam rombongan karena akumulasi kartu, yaitu Zulham Zamrun, Ilja Spasojevic, Vladimir Vujovic, Hariono, dan Ahmad Jufrianto. M. Ridwan, yang juga belum pulih dari cedera, tetap di Bandung.

    Meski enam pemain inti tidak bisa diturunkan pada laga tersebut, Umuh tetap berkeyakinan timnya meraih poin. "Walaupun Persib ada enam pemain yang tidak ikut, saya tetap optimistis. Saya sering memberi arahan bahwa pemain yang duduk di bangku cadangan itu kualitasnya tidak jauh," kata Umuh kepada wartawan di mes Persib di Jalan Ahmad Yani, Jumat, 2 Oktober 2015.

    Menurut Umuh, bermain di kandang lawan terlebih dulu secara tidak langsung memberikan keuntungan bagi klubnya karena penilaiannya berdasarkan sistem agregat. Syaratnya adalah mencetak gol sebanyak-banyaknya dalam pertandingan nanti.

    "Keuntungan juga dalam keadaan seperti ini, anak-anak bisa draw, ini suatu keberuntungan bagi kita. Tapi tidak menutup kemungkinan juga kita bisa meraih poin penuh," ujarnya.

    Saat ditanya wartawan terkait dengan rekor Mitra Kukar yang tidak terlalu mentereng daripada dua tim lainnya yang masuk semifinal, seperti Sriwijaya dan Arema Cronus, Umuh menilai semua tim yang berhasil masuk menuju semifinal merupakan tim yang patut diperhitungkan dari segi kualitas.

    "Tidak menutup kemungkinan karena empat tim ini yang terbaik, Mitra Kukar juga punya harapan di sini. Saya tidak pernah meremahkan, tidak pernah melecehkan klub, karena saya bilang ini yang terbaik, semuanya mungkin," tutur Umuh.

    Ia menginstruksikan Atep dan rekan-rekan bermain lepas tanpa perlu mempermasalahkan kabar teror dari suporter tuan rumah. "Saya bilang kepada anak-anak jangan takut dengan teror karena kita dengan Mitra Kukar tidak ada sejarah bermusuhan atau bermain keras," ucap Umuh. "Mereka di sana bobotoh-nya juga baik dengan kita. Banyak juga warga Jawa Barat di sana, jadi tiap pertandingan tidak pernah ada masalah.

    AMINUDIN A. S.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.