Buntut Teror Bus, Suporter Persib dan Sriwijaya Keluhkan Akses ke GBK

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah suporter kesebelasan Sriwijaya FC telah tiba di kawasan Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, 17 Oktober 2015. Para suporter ini telah tiba sejak Jumat kemarin untuk menyaksikan final Piala Presiden 2015 antara tim kesayangnya melawan Persib Bandung. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    Sejumlah suporter kesebelasan Sriwijaya FC telah tiba di kawasan Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, 17 Oktober 2015. Para suporter ini telah tiba sejak Jumat kemarin untuk menyaksikan final Piala Presiden 2015 antara tim kesayangnya melawan Persib Bandung. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Para pendukung Sriwijaya FC dari Sumatera Selatan dan Persib Bandung dari Jawa Barat terkendala transportasi untuk datang ke Jakarta menyaksikan final Piala Presiden 2015 yang berlangsung di Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu, 18 Oktober 2015.

    Hal tersebut diungkapkan kedua manajer tim yang akan merebutkan Piala Presiden saat konferensi pers di Jakarta, Sabtu, 17 Oktober 2015.

    "Dari awal kami menargetkan 5.000 Laskar Wong Kito (pendukung Sriwijaya FC) akan datang ke GBK, ternyata semua perusahaan bus menolak," kaya manajer Sriwijaya FC, Robert Heri.

    Dia mengatakan padahal bus-bus tersebut telah dikontrak, tetapi saat dua hari menjelang hari H pemilik bus malah menolak karena takut menjadi korban jikalau terjadi kerusuhan.

    Akhirnya, Laskar Wong Kito memilih untuk menumpang truk yang hendak berangkat ke Jakarta. Robert berharap Laskar Wong Kito dapat sampai dengan selamat dan jumlahnya sama seperti yang direncanakan.

    "Saya dengar dari teman-teman, mereka ada yang berangkat dengan menggunakan truk pasir, truk kelapa sawit demi menyaksikan pertandingan ini," kata Heri.

    Dia optimistis Piala Presiden dapat diraih Sriwijaya FC.

    Bobotoh (pendukung Persib) juga mengalami hal yang sama, besarnya antusias pendukung untuk melihat pertandingan tersebut membuat pendaftar yang ingin ikut ke Jakarta membeludak.

    "Rencana awal 80 ribu Bobotoh akan hadir, tapi hingga tadi pagi sudah meringsek, ada 100 ribu lebih pendaftar," kata Manajer Persib Muchtar.

    Dia mengatakan memang banyak pemilik moda transportasi darat yang menolak untuk dipakai Bobotoh ke Jakarta karena takut menjadi korban, tapi Persib akan bertanggung jawab jika bus yang digunakan rusak.

    "Kita sudah tanda tangan dan akan bertanggung jawab jika ada bus yang rusak, Kang Emil (Wali Kota Bandung) juga memberikan kontribusinya dengan memberikan bantuan transportasi, dari Organda dan Dinas Perhubungan," kata Umuh.

    Kalau sudah demikian, lanjut dia sambil bercanda, jika ada pihak yang masih menolak, maaf saja jika izinnya dicabut.

    Menurut manajer Persib ini, 35 ribu tiket yang diberikan Mahaka (penyelenggara) untuk Bobotoh telah habis terjual, dan rencananya tiket tersebut akan ditambah sebanyak 15 ribu tiket, sehingga totalnya 50 ribu lembar untuk Bobotoh.

    Dia yakin jika pertandingan esok tidak akan ada kerusuhan.

    "Saya percaya kepada Kapolda. Intelijennya hebat, baru ngumpulin batu, belum lempar saja sudah ketangkap," katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.