Kekuatan Penuh, Sriwijaya Yakin Kalahkan Persib

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para pemain Sriwijaya FC berlari mengelilingi lapangan dalam sesi latihan di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, 17 Oktober 2015. Latihan ini digelar tertutup dari awak media. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    Para pemain Sriwijaya FC berlari mengelilingi lapangan dalam sesi latihan di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, 17 Oktober 2015. Latihan ini digelar tertutup dari awak media. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Palembang - Presiden klub Sriwijaya FC Dodi Reza Alex semakin optimitis titus Bonai dan kawan-kawan mampu membawa pulang trofi Piala Presiden, malam nanti.

    Menurutnya secara tehnis, Sriwijaya lebih unggul atas Persib Bandung. Bila sejumlah pemain Persib tidak bisa dimainka karena berbagai alasan, Sriwijaya justru merasa lega karena 22 pemainnya dalam kondisi fit dan tanpa ada terkena larangan bermain. Terrmasuk kondisi kesehatan Titus Bonai sudah sehat 100 persen.

    "Kami sempat dianaktirikan pada awal kompetisi, dan hari ini akan kami ciptakan kejutan itu," kata Dodi, Minggu 18 Oktober 2015.

    Meski sempat tidak diunggulkan, namun ia optimistis laskar Wong Kito mampu menyempurnakan koleksi gelar juara yang sudah diraih selama ini.

    Menurutnya segala daya dan upaya telah dilakukan oleh pelatih dan pemain untuk menciptakan kemenangan ditengah ketidak pastian dunia sepakbola nasional. Sementara itu diluar urusan tehnis, Sriwijaya juga mengandalkan doa dari ribuan warga Sumsel. "Kami ingin menang dan kami ingin menghibur seluruh penikmat bola," kata Dodi.

    Menejer tim, Robert Heri menambahkan, timnya sedang memiliki motivasi yang tinggi untuk memenangkan pertandingan. Motivasi menurutnya merupakan modal utama SFC untuk meraih gelar juara sekaligus merebut hadiah sebesar Rp 3 miliar yang disediakan oleh penyelenggara. Apalagi ia mengetahui detail persiapan timnya: tanpa ada cidera dan tidak satupun terkena larangan bermain. "Persib harus kehilangan Hariono karena kartu merahnya," kata Robert.

    PARLIZA HENDRAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.