Menolak Dicium, Andy Carrol Berkelahi dengan Fans Chelsea  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Andy Carroll (kedua kanan) mencetak gol kemenangan untuk West Ham atas Chelsea dalam laga Liga Primer Inggris di London, 24 Oktober 2015. Wst Ham mengalahkan Chelsea 2-1. Clive Rose/Getty Images

    Andy Carroll (kedua kanan) mencetak gol kemenangan untuk West Ham atas Chelsea dalam laga Liga Primer Inggris di London, 24 Oktober 2015. Wst Ham mengalahkan Chelsea 2-1. Clive Rose/Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyerang West Ham, Andy Carrol, terlibat perkelahian dengan seorang penggemar Chelsea. Ia menyerang penggemar lelaki itu karena mencoba menciumnya. Peristiwa itu terjadi pada Ahad, 25 Oktober 2015, waktu setempat atau sehari setelah West Ham membekuk Chelsea.

    Saksi mata mengatakan peristiwa itu terjadi di restoran Jepang di London timur. Seorang penggemar Chelsea tiba-tiba bangkit dari kelompoknya. Ketika itu, ia dalam keadaan mabuk. Penggemar itu lantas tiba-tiba mencoba mencium Andy Carrol.

    Carrol langsung melempar gelas anggur merah yang ia pegang. Alhasil, peristiwa itu mengakibatkan terjadi pertengkaran antarkedua pihak. "Peristiwa itu sangat dramatis. Anggur merah beterbangan," kata saksi kejadian itu, Paige Waller, seperti diberitakan Daily Mail.

    Seorang pekerja di restoran itu menceritakan kejadian berlangsung sore hari. "Antara pukul 17.00-17.30," ujarnya.

    Carrol bahkan belum sempat menikmati santap malam bersama teman-temannya tersebut. Penjaga keamanan Andy Carrol langsung memisah keduanya. Dalam insiden itu, tidak ada keterlibatan polisi.

    Pada Sabtu, 24 Oktober 2015, Chelsea mesti menelan kekalahan kelima dalam pertandingan Liga Primer musim ini. Chelsea kalah dengan skor 2-1 dari West Ham. Penyerang Andy Carrol menyumbang gol penentu pada menit ke-80.

    DAILY MAIL | GURUH RIYANTO

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    4 Fakta Kasus Suap Pajak, KPK Bidik Pejabat Dirjen Pajak dan Konsultan

    KPK menetapkan pejabat Direktorat Jenderal atau Dirjen Pajak Kementerian Keuangan sebagai tersangka dalam kasus suap pajak. Konsultan juga dibidik.