FIFA Kunjungi Indonesia Besok, Apa Agendanya?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kursi presiden FIFA yang kosong di markas federasi sepakbola dunia tersebut di Zurich, Swiss, 3 Juni 2015. Sepp Blatter menyatakan pengunduran dirinya dan kongres luar biasa FIFA akan diadakan pada Mei 2016 di Meksiko City. Ennio Leanza/Keystone via AP

    Kursi presiden FIFA yang kosong di markas federasi sepakbola dunia tersebut di Zurich, Swiss, 3 Juni 2015. Sepp Blatter menyatakan pengunduran dirinya dan kongres luar biasa FIFA akan diadakan pada Mei 2016 di Meksiko City. Ennio Leanza/Keystone via AP

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Azwan Karim mengatakan delegasi Federasi Internasional Asosiasi Sepak Bola (FIFA) dan AFC (Konfederasi Sepak Bola Asia) yang datang ke Jakarta berencana bertemu Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

    “Mandat yang diberikan rapat komite eksekutif FIFA kepada delegasi adalah bertemu dengan Presiden Republik Indonesia,” kata Azwan melalui sambungan telepon, Jumat, 30 Oktober 2015.

    Pada 25 September lalu, melalui situs resminya FIFA menyatakan akan mengirim utusannya bersama AFC (Konfederasi Sepak Bola Asia) ke Jakarta. Tujuannya adalah membantu PSSI bernegosiasi dengan para pemangku kepentingan dan mengidentifikasi solusi bagi persepakbolaan Indonesia untuk memastikan skors atas Indonesia bisa segera dicabut.

    Adapun delegasi bersama FIFA dan AFC ini terdiri dari Kohzo Tashima (FIFA) dengan anggota H.R.H Prince Abdullah (FIFA) dan Mariano Araneta (AFC).

    Melalui situs resmi PSSI, Azwan menyatakan delegasi FIFA akan tiba di Jakarta pada Ahad, 1 November 2015. Agenda mereka baru akan dilaksanakan pada 2 dan 3 November.  "PSSI masih menunggu kepastian Presiden Joko Widodo agar bisa bertemu delegasi bersama FIFA dan AFC ini. PSSI juga berharap pertemuan ini menjadi titik awal pencerahan sepak bola Indonesia," ujarnya. 

    Sanksi FIFA dijatuhkan atas Indonesia pada 30 Mei lalu karena tindakan pemerintah mengeluarkan surat pernyataan tidak mengakui segala kegiatan PSSI. Tindakan itu dianggap sebagai bentuk intervensi terhadap independensi PSSI dan dinilai sebagai pelanggaran terhadap statuta.

    GADI MAKITAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspadai Komplikasi Darah Akibat Covid-19

    Komplikasi darah juga dapat muncul pasca terinfeksi Covid-19. Lakukan pemeriksaan preventif, bahan ketiksa sudah sembuh.