Buntut Teror Paris, Laga El Clasico Dalam Ancaman

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lionel Messi, saat menghadiri sesi latihan secara penuh sebelum laga El Clasico pada 22 November 2015. Messi bersama dengan kiper Ter Stegen dan Ivan Rakitic berlatih bersama setelah cidera. fcbarcelona.com

    Lionel Messi, saat menghadiri sesi latihan secara penuh sebelum laga El Clasico pada 22 November 2015. Messi bersama dengan kiper Ter Stegen dan Ivan Rakitic berlatih bersama setelah cidera. fcbarcelona.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Laga El Clasico antara Barcelona versus Madrid akhir pekan nanti dikabarkan berada dalam bayang-bayang serangan teroris seperti yang terjadi di Paris Jumat pekan lalu. Pemerintah Spanyol menggelar rapat mendadak Rabu, 18 November 2015, untuk membahas keamanan pertandingan antar musuh bebuyutan itu dan pertandingan Liga Spanyol secara keseluruhan.

    Menteri Olahraga Spanyol, Miguel Cardenal, awal pekan ini mengatakan bahwa pihaknya menaruh perhatian terhadap keamanan laga El Clasico. Dia menyatakan bahwa sejauh ini, pemerintah menjamin keamanan laga itu.

    "Kami berada dalam kondisi yang aman, kami percaya bahwa pihak keamanan tahu secara pasti bagaimana melindungi masyarakat," ujarnya.

    "Kami sudah berkomunikasi dengan Menter Dalam Negeri dan Sekretaris Negara soal keamanan ini dan mereka menyatakan bahwa semuanya aman. Terdapat ratusan orang yang melakukan analisis resiko dan rekomendasi mereka sama: Masyarakat diminta bersikap normal dan menjalani hidup sebagaimana biasanya dengan kebebasan penuh," lanjutnya.  

    Cardenal mengatakan bahwa pihaknya paling berkepentingan dalam mencegah sesuatu yang tidak diinginkan terjadi. Dia menyatakan bahwa pihaknya akan mematuhi rekomendasi yang dikeluarkan oleh aparat kemanan.

    "Jika kami disarankan untuk membatalkan pertandingan, kami akan melakukannya. Keamanan di negara kami sangat luar biasa. Langkah pencegahan diperkuat dan analisis yang dilakukan cukup untuk menjamin keamanan masyarakat," ujarnya.

    Eropa kini sedang dalam ancaman teror. Jumat pekan lalu, delapan orang bersenjata menembakan segerombolan orang di tempat publik. Sekitar 150 orang tewas dalam kejadian itu sementara ratusan lainnya mengalami luka tembakan. Sebuah bom juga dikabarkan meledak di luar stadion Stade de France, tempat laga persahabatan antara Perancis melawan Jerman sedang digelar.

    Kemarin, pertandingan persahabatan antara Spanyol dengan Belgia di Brusel dibatalkan dengan alasan keamanan. Intelijen Eropa memberikan kabar bahwa sejumlah orang yang diduga sebagai teroris sudah menyusup ke Distrik Molenbeek, Brusel. Laga persahabatan antara Jerman melawan Belanda juga digagalkan karena alasan yang sama.

    Laga El Clasico akan digelar di Madrid Sabtu besok. Dalam beberapa bulan terakhir, Madrid menjadi sorotan karena dianggap menjadi target potensial teroris. Dua pekan lalu, tiga warga negara Maroko ditahan karena diduga akan melakukan aksi teror di sejumlah tempat publik.

    Ketiga orang itu kabarnya berkaitan dengan organisasi negara Islam Irak dan Suriah atau yang akrab disebut ISIS. Kementrian Dalam Negeri Spanyol menyebur ketiganya berusia antara 26 hingga 29 tahun dan disebut memiliki senjata dan siap melakukan serangan. Dalam tahun ini saja, pemerintah Spanyol sudah menahan lebih dari 50 orang karena dianggap akan melakukan aksi teror.

    MIRROR|FEBRIYAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.