Arsenal dan Manchester United Berebut Pemain Muda Ajax  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Ajax, Abdelhak Nouri. Getty Images

    Pemain Ajax, Abdelhak Nouri. Getty Images

    TEMPO.COJakarta - Dua klub Inggris, Arsenal dan Manchester United, dikabarkan sama-sama mengejar sayap muda asal Belanda, Abdelhak Nouri. Nouri, yang disebut sebagai salah satu pemain muda Belanda paling menjanjikan, saat ini bermain untuk tim kedua Ajax Amsterdam pada divisi dua Belanda.

    Pelatih Manchester United, Louis van Gaal, dikabarkan akan menggunakan jaringannya dengan klub Belanda itu untuk mendatangkan Nouri. Van Gaal saat ini memang sedang mencari gelandang sayap setelah Memphis Depay, yang diboyongnya dari PSV Eindhoven pada bursa transfer lalu, belum juga menunjukkan tajinya.

    Tak mau kalah dengan rivalnya, pelatih Arsenal Arsene Wenger sudah mengirim kepala pemandu bakatnya, Steve Rowley, untuk memantau langsung permainan Nouri. Wenger memang dikenal hobi mengumpulkan talenta muda dan memolesnya menjadi pemain bintang.

    Nouri menarik perhatian klub-klub besar Eropa setelah tampil cukup baik musim ini pada Liga Pemain Muda UEFA. Bersama Ajax, musim ini dia sudah tampil empat kali dan mencetak dua gol serta satu assist. Pada tim nasional Belanda U-19, Nouri juga menjadi bintang. Selain dipercaya menyandang ban kapten, dia juga mencetak enam gol dan dua assist dalam sembilan laga kualifikasi Piala Eropa U-19.

    Tak hanya Manchester United dan Arsenal, Tottenham Hotspur, Southampton, dan Everton juga sudah memantau perkembangan Nouri dalam beberapa bulan terakhir. Di luar klub asal Inggris, duo klub Prancis—Paris Saint-Germain dan Marseille—juga dikabarkan tertarik meminang pemain kelahiran Amsterdam, April 1997, ini.

    Namun ketertarikan klub besar itu tampaknya menemui jalan buntu. Pelatih Ajax, Frank de Boer, dikabarkan tak akan melepasnya begitu saja. De Boer memproyeksikan Nouri masuk tim pertama Ajax musim depan. Rencana ini bahkan bisa dipercepat untuk meyakinkan Nouri bertahan di klub ibu kota Belanda itu.

    DAILYMAIL | FEBRIYAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.