Sakho Tiga Kali Langgar Disiplin, Akhirnya Dipulangkan Klopp

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspresi kesal pemain Liverpool, Mamadou Sakho saat bertanding melawan Watford dalam laga Liga Premier Inggris di stadion Vicarage Road, Watford, Inggris, 20 Desember 2015. Laga ini berakhir dengan skor akhir 3-0 untuk Watford. REUTERS

    Ekspresi kesal pemain Liverpool, Mamadou Sakho saat bertanding melawan Watford dalam laga Liga Premier Inggris di stadion Vicarage Road, Watford, Inggris, 20 Desember 2015. Laga ini berakhir dengan skor akhir 3-0 untuk Watford. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Mamadou Sakho dipulangkan dari tur pramusim Liverpool di Amerika Serikat karena kurangnya respek terhadap peraturan namun tindakan pemain bertahan itu tidak cukup serius untuk mendapatkan lebih banyak hukuman, kata manajer Juergen Klopp.

    Pemain internasional Prancis itu, yang belakangan dinyatakan bersih oleh FIFA setelah sempat gagal dalam tes doping itu, saat ini sedang dirawat untuk cedera Achilles dan diperkirakan masih akan absen saat musim baru Liga Inggris dimulai pada 13 Agustus.

    Klopp mengatakan Sakho melanggar sejumlah peraturan sepanjang tur. "Ia melewatkan keberangkatan pesawat terbang, ia melewatkan sesi, dan kemudian terlambat untuk makan," kata Klopp kepada media Inggris seperti dikutip Reuters.

    "Saya harus membangun grup di sini, saya harus memulai sesuatu yang baru, maka menurut saya masuk akal bahwa dia terbang ke Liverpool dan setelah delapan hari, ketika kami pulang, kami dapat membicarakannya."

    "Namun ini tidak serius. Ini bagaimana saya mengatakannya, kami membuat sejumlah peraturan dan kami harus menghormatinya. Jika seseorang tidak menghormatinya, atau seseorang memberi saya perasaan bahwa ia tidak menghormatinya, maka saya harus bereaksi, itu saja."

    Klopp mengatakan dirinya tidak memiliki masalah dengan Sakho dan kecil peluang klub itu akan mendenda pemain 26 tahun tersebut.

    "Kami tidak beradu argumen. Saya berbicara. Anda tidak dapat mengatakan beradu argumen ketika hanya ada satu orang yang berbicara, itu saja," kata mantan pelatih Borussia Dortmund ini.

    "Selalu sama dengan setiap grup. Saya tidak suka mendenda. Terkadang itu lucu, ketika denda adalah omong kosong. Ayolah, membayar untuk itu, itu bagus. Tetapi kesalahan-kesalahan, denda tidak pernah membantu."

    Liverpool, yang finis di peringkat kedelapan di liga musim lalu, akan memulai musim baru dengan melawat ke markas Arsenal pada 13 Agustus.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.