5 Pelajaran buat Liverpool Setelah Ditekuk AS Roma  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gelandang Liverpool Philippe Coutinho, menangis setelah timnya kalah 3-1 dari Sevilla pada laga Final Piala UEFA di St. Jakob-Park, Basel, 19 Mei 2016. Reuters / Ruben Sprich

    Gelandang Liverpool Philippe Coutinho, menangis setelah timnya kalah 3-1 dari Sevilla pada laga Final Piala UEFA di St. Jakob-Park, Basel, 19 Mei 2016. Reuters / Ruben Sprich

    TEMPO.COJakarta - Liverpool menelan kekalahan keduanya dalam laga pramusim saat menghadapi AS Roma. Manajer Juergen Klopp masih memiliki banyak pekerjaan rumah untuk membenahi skuadnya menghadapi musim 2016-2017.

    The Kopp, sebutan Liverpool, menelan kekalahan setelah gawang mereka dijebol oleh Edin Dzeko dan Mohamed Salah. Liverpool hanya mampu membalas melalui gol Sheyi Ojo.

    Pelatih Juergen Klopp dinilai masih memiliki pekerjaan rumah, baik di lini penyerangan maupun pertahanan. Berikut rangkumannya.

    1. Lini depan tumpul

    Masalah ketajaman masih menjadi momok bagi Liverpool pada musim ini. Skuad Merseyside merah banyak memiliki peluang tapi tak mampu mengubahnya menjadi gol. Ketiadaan pencetak gol ulung masih belum teratasi meskipun Klopp sudah mencoba enam penyerang pada laga uji coba sejauh ini.

    2. Krisis lini belakang

    Kehilangan Martin Skrtel dan Kolo Toure membuat Liverpool kini mengalami krisis pada posisi bek tengah. Apalagi Mamadou Sakho masih belum terlepas dari jeratan kasus doping. 

    Ditambah dengan cederanya bek anyar mereka, Ragnar Klavan, Liverpool hanya memiliki tiga bek tengah yang siap menghadapi musim 2016-2017. 

    Tak hanya di tengah, Klopp juga masih memiliki masalah dengan bek kiri. Cederanya Alberto Moreno membuat Liverpool kini tak memiliki satu pun bek kiri. Klopp pun terpaksa harus memasang James Milner di posisi itu pada laga melawan AS Roma.

    3. Penjaga gawang bagus, tapi...

    Kehadiran kiper Loris Karius yang baru diboyong dari FSV Mainz membuat suporter Liverpool cukup girang. Karius dinilai lebih baik dari kiper andalan mereka, Simon Mignolet. Namun sayangnya, kiper Jerman itu rentan cedera. 

    4. Mencari posisi yang tepat bagi Sturridge

    Secara kualitas, Daniel Sturridge tak perlu diragukan. Penyerang timnas Inggris itu kerap menjadi pahlawan Liverpool. Namun Klopp tampaknya harus mencari posisi yang tepat bagi Sturridge dalam formasi 4-4-1-1 yang akan digunakannya musim ini. 

    Dengan satu penyerang, posisi itu jelas bukan untuk Sturridge yang tak memiliki tipikal permainan sebagai seorang target man. Klopp juga tampak lebih suka memainkan Divock Origi atau Roberto Firminho sebagai penyerang tunggal. 

    Di posisi penyerang lubang, Klopp memiliki stok Phillipe Coutinho atau Georginio Wijnaldum. Sturridge kemungkinan besar akan bermain melebar di sisi sayap. Namun posisi itu masih harus diuji.

    5. Surplus pemain tak berguna

    Satu pekerjaan rumah terakhir Klopp adalah membuang sejumlah pemain yang tak berguna bagi skuadnya. Mario Balotelli, Christian Benteke, Lazar Markovic, Luis Alberto, Andre Wisdom, serta mungkin saja Mamadou Sakho, adalah pemain yang tampaknya tak akan masuk skuad utama The Reds. 

    Menyingkirkan para pemain itu menjadi tugas penting bagi Klopp jika dia ingin menambah amunisi. Dia harus menambah dana transfer jika ingin bersaing mendapatkan pemain bintang.

    MIRROR|FEBRIYAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?