Kehilangan Pogba, Juventus Terus Berburu Pemain

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain klub Juventus, Sami Khedira melakukan selebrasi usai mencetak gol untuk klubnya di Turin, Italia, 17 APril 2016. Salah satu pemain Muslim yang ada di timnas Jerman selain Mesut Oezil, yakni Sami Khedira. (Tullio M. Puglia/Getty Images)

    Pemain klub Juventus, Sami Khedira melakukan selebrasi usai mencetak gol untuk klubnya di Turin, Italia, 17 APril 2016. Salah satu pemain Muslim yang ada di timnas Jerman selain Mesut Oezil, yakni Sami Khedira. (Tullio M. Puglia/Getty Images)

    TEMPO.CO, Jakarta - Juventus tetap optimisit menghadapi laga awal kompetisi Liga Italia (Serie A) musim 2016/17. Mereka tak gentar meski baru kehilangan dua pemain kuncinya, Paul Pogba dan Alvaro Morata.

    Kini tim juara bertahan Liga italia mengincar pemain pemain Paris Saint-Germain Blaise Matuidi dan terus merampungkan proses transfer Juan Cuadrado dari Chelsea. Bianconeri bersiap menggelontorkan dana sebanyak 20 juta euro untuk memboyong Matuidi dan merekrut kembali Cuadrado, sebagaimana dikutip dari laman Football Italia.

    Menurut pandit Sky Sport Italia, Gianluca Di Marzio, pada Rabu pekan ini, Juventus terus memperkuat lini gelandang agar penampilan tim makin offensif.

    Juventus  memberi penawaran kontrak selama empat tahun kepada pemain timnas Prancis ini dengan siap mengeluarkan dana  sebanyak 20 juta euro.

    Tim raksasa dari Turin itu juga terus bernegosiasi dengan Chelsea untuk mendapatkan Cudrado. Banyak kalangan menyebut bahwa jumlah dana transfer yang disediakan mencapai 3 sampai 4 juta euro.

    Juventus telah melepas Alvaro Morata dengan jumlah dana mencapai 30 juta euro atau sekitar Rp 450 miliar, Paul Pogba (78 juta euro), dan Simone Padoin (600 ribu euro).

    ANTARA 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.