Kalah 0-2, Semen Padang Akui Lengah di Tengah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesepakbola Semen Padang FC, Riko Simanjuntak (kiri), berusaha menyambut bola dibayangi pemain Bhayangkara Surabaya United (BSU), Indra Kahfi (kanan), pada pertandingan lanjutan Torabika Soccer Championship 2016 di Stadion GOR H Agus Salim Padang, Sumatera Barat, 12 Agustus 2016. ANTARA/Iggoy el Fitra

    Pesepakbola Semen Padang FC, Riko Simanjuntak (kiri), berusaha menyambut bola dibayangi pemain Bhayangkara Surabaya United (BSU), Indra Kahfi (kanan), pada pertandingan lanjutan Torabika Soccer Championship 2016 di Stadion GOR H Agus Salim Padang, Sumatera Barat, 12 Agustus 2016. ANTARA/Iggoy el Fitra

    TEMPO.COJakarta - Tim sepak bola Semen Padang kembali takluk di laga tandang dalam lanjutan Torabica Soccer Championship, Senin, 22 Agustus 2016. Kali ini, skuad Kabau Sirah dikalahkan Mitra Kukar 0-2 di Stadion Aji Imbut, Tenggarong, Kalimantan Timur.

    Manajer Semen Padang Suranto mengaku tuan rumah bermain dengan bagus. Mereka mampu mencetak gol di menit ke-19 melalui penyerang Mitra asal Brasil, Marion da Silva.

    "Kami kalah di lapangan tengah, tak mampu menjaga pemain tengah," ujarnya saat dihubungi Tempo, Senin, 22 Agustus 2016.

    Sehingga, kata dia, gelandang Mitra Kukar menguasai lini tengah. Hendra Bayauw dan kawan-kawan bisa dengan leluasa mengumpan bola ke depan. Ruang tembak mereka juga terbuka lebar.

    Menurut dia, absennya Marcel juga mempengaruhi skuad Kabau Sirah. Penyerang asal Brasil ini terkena hukuman larangan bermain karena akumulasi kartu. Ia digantikan Adi Nugroho untuk berduet dengan Nur Iskandar di lini depan.

    Pada babak kedua, pelatih Semen Padang menarik keluar Adi Nugroho dan memasukkan Diego Santos. Vendri Mofu ditarik ke depan untuk menambah daya gedor.

    Namun strategi tersebut tidak berhasil. Semen Padang justru kembali kebobolan pada menit ke-53 melalui tembakan gelandang Anindito Wahu. Skor 2-0 untuk Mitra Kukar.

    "Kami akan mengevaluasi ini untuk laga tandang berikutnya," ujar Suranto.

    Kapten Semen Padang Hengki Ardiles mengaku berbuat kesalahan, seperti salah passing, kehilangan bola, dan tidak ketat menjaga lawan. Komunikasi mereka juga tidak berjalan seperti biasanya.

    "Saya tadi banyak bikin kesalahan. Kami main di bawah performa," ujarnya.

    ANDRI EL FARUQI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.