Statistik Aneh Paul Pogba Saat MU Ditekuk Chelsea 4-0  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Paul Pogba, pemain sepak bola profesional Perancis yang sebelumnya bermain untuk klub Liga Italia, Juventus dan direkrut oleh Liga Utama Inggris, Manchester United dengan nilai transfer paling tinggi yaitu, 89 juta pound sterling atau sekitar Rp 1,5 triliun. REUTERS

    Paul Pogba, pemain sepak bola profesional Perancis yang sebelumnya bermain untuk klub Liga Italia, Juventus dan direkrut oleh Liga Utama Inggris, Manchester United dengan nilai transfer paling tinggi yaitu, 89 juta pound sterling atau sekitar Rp 1,5 triliun. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Ini kisah tersisa dari kekalahan 4-0 yang diderita Manchester United di kandang Chelsea, Stamford Bridge, dalam lanjutan Liga Inggris, Ahad malam lalu. Paul Pogba, pemain termahal dunia, kembali tampil tak maksimal. Tapi kali ini statistiknya terbilang aneh.

    Gelandang asal Prancis ini tampil penuh dalam pertandingan itu. Ia mampu menunjukkan akurasi umpan yang lebih baik dibanding sebelumnya, tapi sama sekali tak memberi pengaruh bagi permainan timnya. Karena itulah, Mirror menyebut statistik penampilannya "aneh dan susah dimengerti".

    Berikut ini statistik Pogba dalam laga tersebut.

    - Akurasi umpannya 89,7 persen. Ini adalah torehan terbaiknya di Liga Inggris pada awal musim ini. Tapi, statistik lainnya justru jeblok.

    - Ia gagal menciptakan satu peluang pun.

    - Ia hanya melakukan satu sentuhan bola di kotak penalti lawan.

    - Ia gagal melakukan tendangan terarah, satu tendangan diblok lawan dan satu lagi meleset.

    - Ia membuat empat tackle, menyamai jegalan terbanyaknya dalam satu pertandingan pada musim ini (seperti saat melawan Watford).

    Statistik itu menjadi bukti bahwa pada awal musim ini ia belum benar-benar bisa tampil maksimal. Sebelumnya sudah banyak analisis yang muncul tentang melempemnya performa mantan pemain Juventus ini. Salah satunya, ia dianggap ditempatkan secara tak tepat oleh Jose Mourinho, karena diminta lebih banyak bertahan.

    Tapi analisis seperti itu tak tepat dipakai dalam laga ini karena Pogba justru ditempatkan sebagai gelandang serang, di depan Ander Herrera dan Marouane Fellaini.

    MIRROR | NURDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia dapat Belajar dari Gelombang Kedua Wabah Covid-19 di India

    Gelombang kedua wabah Covid-19 memukul India. Pukulan gelombang kedua ini lebih gawat dibandingkan Februari 2021.